Diperiksa Soal Laporan Bisnis PCR, Pelapor Luhut Pandjaitan Bawa Bukti

- 29 November 2021, 12:23 WIB
Ketua ProDem Iwan Sumule memenuhi panggilan polisi terkait laporan terhadap Luhur
Ketua ProDem Iwan Sumule memenuhi panggilan polisi terkait laporan terhadap Luhur /Pikiran Rakyat/ Muhammad Rizky Pradila

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait laporannya terhadap Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir, Senin, 29 November 2021.

Iwan menuturkan, kehadirannya ke Polda Metro Jaya pihaknya membawa sejumlah barang bukti yang akan diserahkan ke penyidik, salah satunya adalah artikel pengakuan Luhut mengenai bisnis PCR.

"Kami datang pasti kami akan sertakan beberapa bahan tambahan termasuk beberapa artikel dan bukti-bukti yang sudah disampaikan oleh media tentang pengakuan Pak Luhut lewat jubirnya bahwa ada kepemilikan saham pak Luhut pada PT GSI," ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin, 28 November 2021.

"Termasuk Pak Erick kami laporkan dalam dugaan pelanggaran pidana soal kolusi dan nepotisme dalam UU Nomor 28 tahun 1999 itu jelas dan tegas bahwa kolusi dan nepotisme adalah perbuatan pidana," tuturnya.

Baca Juga: Sempat Bikin Heboh, Simak Kronologi Mercy Viral yang Lawan Arah di Tol Jorr

Selain bukti itu kata Iwan, pihaknya juga akan menyerahkan barang bukti lain berupa hasil tes PCR yang menurutnya dengan harga yang masih relatif tinggi.

Tingginya harga tersebut dia menduga akibat adanya permainan bisnis dan kolusi serta nepotisme sehingga menyulitkan masyarakat.

"Dalam pelanggaran pidana soal kolusi dan nepotisme juga tegas dijelaskan bukan hanya soal kerugian negara tapi juga kerugian yang dialami orang lain masyarakat dan bangsa," katanya.

"Itu poinnya makanya warga negara yang merasa dirugikan atau sekelompok masyarakat bisa melaporkan apabila punya bukti yang cukup dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh para pejabat negara," ucapnya menambahkan.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network