Minggu, 15 Desember 2019

Usai Makan Kolak, Satu Keluarga Dirawat di Rumah Sakit

- 9 Mei 2019, 23:39 WIB
KERACUNAN makanan/DOK. PR

CILEGON,(PR).- Satu keluarga asal Link Ramanuju, RT 04 RW 04, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Citangkil harus dilarikan ke Rumah Sakit dan dirawat, karena diduga keracunan makanan pembuka puasa yang dibeli dari salah satu pedagang di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jombang.Salah satu keluarga korban, Riri Andriyani mengatakan, saat itu dirinya bersama keluarga membeli kolak di salah satu pedagang yang berada di RTH Kec.Jombang.

"Namanya menu buka puasa, saat itu saya makan dan tidak ada gejala.Tapi sekitar 10 menit usai makan, perut sakit dan kepala pusing.Dan bukan saya saja yang mengalami, tetapi suami, serta paman juga mengalami gejala,” katanya, Kamis 9 Mei 2019.

Dia mengatakan, atas kejadian itu, dirinya meminta tolong kepada saudara yang lain  untuk dibawa ke rumah sakit mendapatkan perawatan langsung. Dokter yang memeriksa menyarankan untuk segera dirawat rumah sakit.

”Saya meminta pertolongan dengan saudara lain untuk megantarkan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan langsung.Alhamdulilah, rasa sakit itu mulai berkurang dan mudah-mudahan hari ini bisa pulang,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.

Adanya dugaan keracunan atas makanan pembuka puasa langsung direspons oleh tim SIKK Dinkes. Kepala Seksi Survelence Imunisasi Krisis Kesehatan (SIKK), Dinas Kesehatan Kota Cilegon Tatang Supriatna mengatakan, satu keluarga yang dilarikan ke rumah sakit belum bisa dipastikan keracunan makanan, karena belum ada hasil uji laboratorium.

"Kami belum bisa memastikan bahwa penyebab dilarikannya ke rumah sakit karena keracunan makanan berbuka puasa alias kolak, sebelum diuji di laboratorium," tuturnya usai membesuk keluarga tersebut.

Tatang menjelaskan, dirinya mendapat laporan dari salah satu warga, bahwa ada masyarakat Cilegon yang dilarikan ke Rumah Sakit karena memakan kolak. Dari pertemuan di RS Kurnia, tim SIKK belum bisa memastikan apakah korban keracunan makanan atau tidak.

"Adanya laporan dari warga terkait ada warga yang diduga keracunan makanan kami dari tim SIKK langsung bergegas menuju Rumah Sakit dimana korban dirawat, dari hasil percakapan korban merasa perutnya sakit, mual - mual dan kepala pusing usai makan takjil jenis Kolak biji salak yang di belinya di pedagang di pinggir jalan.Jadi masih terlalu dini untuk memastikan korban keracunan makanan, perlu ada uji lab yang akan di lakukan BPOM," ungkapnya.***
 



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X