Senin, 24 Februari 2020

Video Kekerasan Viral, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dipecat

- 4 Mei 2019, 06:32 WIB
PETUGAS melakukan penjagaaan ketat di Lapas Narkotika Nusakambangan.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumhan memecat Kalapas Narkotika Nusakambangan serta memeriksa 13 petugas yang diduga telah melakukan pelanggaran standar operasi (SOP). Pemecatan itu buntut dari viralnya video kekerasan yang dilakukan petugas terhadap para napi narkoba asal Bali.  

"Kami  sudah membentuk tim untuk melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 13 petugas yang diduga telah melakukan pelanggaran SOP. Tim hari ini sedang turun ke Nusakambangan," kata Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen   Pemasyarakatan Kemenkumham, Junaedi dalam keterangan pers yang diterima Pikiran Rakyat Jumat 3 Mei 2019.

Junaedi menambahkan,  tim dari Ditjen Pemasyarakatan dipimpin oleh Direktur Keamanan dan Ketertiban bersama dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham, untuk mendalami kasus tersebut.

Terhadap ke-13 anggota Lapas narkotika, pihaknya  akan mengenakan  sanksi tegas bagi yang melakukan pelanggaran. Baik sanksi adminsitratif maupun sanksi hukum sesuai dengan jenis pelanggarannya. Apakah berat, sedang atau ringan,

Pemecatan tehadap Kalapas Narkotika menurut Junaedi, karena yang bersangkutan dianggap tidak tidak mampu mengendalikan  anak buahnya sehingga terjadi tindak kekerasan. 

Kalapas Narkotika dinonaktifkan dan ditarik ke Kanwil Kemenkumham Jateng. Sebagai pelaksana tugas, telah ditunjuk  Kepala Bidang Pembinaan Lapas Batu sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kalapas Narkotika.

"Penonaktifan Kalapas Narkotika dianaggap tidak mampu mengendalikan petugas, anak buahnya, sehingga tetap terjadi tindak kekerasan tersebut," kata Junaedi. 

Dijelankan, tidak kekerasan petugas terhadap napi pindahan  terjadi pada saat pemindahan 26 napi dari Lapas Kerobokan dan Lapas Bangli ke Lapas Nusakambangan Kamis  28 Maret lalu.    Sebelum rombongan pindahan narapidana tiba   Kalapas Narkotika didampingi Kabid Kamtib Lapas Batu selaku penanggung jawab satgas pengamanan penyeberangan,  mengarahkan anggota untuk melakukan pemeriksaan  terhadap napi pindahan agar tidak terulang masuknya narkoba yang dibawa napi pindahan.

Sekitar pukul 13.30  rombongan 26 narapidana tiba, sebanyak 10 orang berasal dari Lapas Krobokan dan  16 orang dari Lapas Bangli. Mereka   diturunkan di halaman depan Pos Satgas Wijayapura, kemudian dilakukan penggantian dari borgol rantai menjadi borgol perorangan.  Pemeriksaan dilakukan sebelum dibawa menyeberang menuju Nusakambangan

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X