Senin, 24 Februari 2020

Gunung Merapi Luncurkan Empat Kali Guguran Lava ke Hulu Kali Gendol

- 21 April 2019, 10:19 WIB
GUNUNG Merapi menyemburkan awan panas terlihat dari Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 2 Maret 2019. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan pada Sabtu 2 Maret 2019, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan sembilan kali awan panas dengan jarak luncur maksimum dua Km ke arah Kali Gendol, sementara itu status gunung tersebut masih dalam level II atau waspada.*/ANTARA FOTO

YOGYAKARTA, (PR).- Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan empat kali guguran lava pijar pada Minggu, 21 April 2019 dengan jarak luncur 250-1.000 meter, menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Disadur dari laman Antara, Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan berdasarkan pengamatan melalui CCTV mulai pukul 00:00-06:00 WIB, empat kali guguran lava pijar itu mengarah ke hulu Kali Gendol. Selain guguran lava, pada periode tersebut tercatat 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 4 hingga 65 mm selama 13 hingga 100 detik, dan 2 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-12 mm selama 8-15 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 70 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udaranya 17-20.2 derajat celsius dan kelembapan udaranya 66-87 persen dan tekanan udara 567-706 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.***


Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X