Sabtu, 29 Februari 2020

Dua Petani Meninggal Akibat Leptospirosis

- 15 April 2019, 08:32 WIB
FOTO ilustrasi leptospirosis.*/ANTARA

KULONPROGO, (PR).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mencatat selama tahun ini sudah ada 11 kasus leptosspirosis dengan dua orang meninggal dunia akibat penyakit yang biasa menyerang petani itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Baning Rahayujati, Minggu 14 April 2019 mengatakan Dinkes selalu mendata tiap minggunya kasus leptospirosis yang terjadi di masyarakat.

Kasus leptospirosis tersebut biasa menyerang petani di Kulonprogo karena bakteri leptospira interrogans yang menyebabkan penyakit leptospirosis ada di lingkungan persawahan dan ladang. Sumbernya yaitu urine tikus di sawah dan ladang tersebut.

Berdasarkan pendataan Dinkes, belum genap pertengahan tahun, sampai saat ini sudah ada 11 temuan kasus leptospirosis. Jika berkaca di tahun lalu, total Dinkes menemukan 26 kasus leptospirosis dengan lima orang meninggal dunia.

“Leptospirosis itu yang diserang sistem air kencing. Biasanya kematian terjadi karena gagal fungsi organ tersebut. Jadinya kami [Dinkes] upayakan agar secepat mungkin menemukan kasus leptospirosis,” ujarnya.

Baning mnuturkan, untuk sebaran penyakit leptospirosis di Kulonprogo ada di semua kecamatan secara merata dengan rentang usia penderita berkisar pada 15 tahun ke atas.

Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengimbau agar dalam mencegah penyakit leptospirosis, masyarakat harus menerapkan perilaku hidup sehat dalam kesehariannya.

Apabila terindikasi ada barang-barang yang terdapat urine tikus maka segera dihindari kontak langsung. Apabila sudah terlanjur ada kontak, maka harus langsung membasuhnya dengan deterjen atau sabun.

Cukup tinggi

Sementara itu, di Kota Yogyakarta, Catatan kasus leptospirosis  sepanjang 2018 yang terjadi di lebih dari separuh wilayah merupakan sinyal bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit tersebut.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X