Kamis, 20 Februari 2020

Sebelum Hari Pencoblosan, KPU dan Bawaslu Ingin Kasus Surat Suara Pemilu 2019 yang Tercoblos di Malaysia Sudah Terungkap

- 12 April 2019, 13:05 WIB
ANGGOTA Bawaslu Muhammad Afifudin (kanan), bersama komisioner KPU Hasyim Asyari (tengah) dan Viryan Azis (kiri) menjawab pertanyaan dari wartawan terkait dugaan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, di media center Bawaslu RI, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. KPU dan Bawaslu akan mengirimkan tim guna menyelidiki dugaan surat suara tercoblos itu.*/ANTARAFOTO

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) akan menulusuri standar pengamanan tempat penyimpanan surat suara bagi pemilih di Kuala Lumpur, Malaysia. Itu dilakukan meresponi beredarnya video surat suara tercoblos yang tersebar lewat pesan berantai di sejumlah aplikasi sosial media.

Dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Kamis, 11 April 2019, komisioner KPU, Hasyim Asyari, mengatakan, pengamanan tempat penyimpanan surat suara sebetulnya diatur cukup rinci agar tak terjadi potensi kecurangan. Ada yang mengunci tempat penyimpanan dan memasang CCTV agar bisa selalu diawasi.

“Berdasarkan hal ini, kami ingin klarifikasi PPLN, sebenarnya di mana menyimpan surat suara? Termasuk, berapa jumlahnya dan bisa mengetahui lebih jelas tempat yang ada di video itu, apakah disewa atau tidak? Kalau iya, pengawasannya bagaimana? Kalau tidak, kok bisa ada surat suara di situ,” kata Hasyim.

Menurut dia, pada dasarnya segala hal yang berkaitan dengan pemilu datanya pasti jelas. Kebenaran data inilah yang akan diperiksa. Misalnya, untuk pemilih dengan metode Kotak Suara Keliling (KSK), KPU akan mengklarifikasi kapan dan bagaimana kotak itu dikelilingkan. Sementara untuk metode pos, bagaimana kerjasama Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dengan Pos Malaysia.

“Pos itu masuk PO BOX lalu penyimpanannya bagaimana dan bagaimana kerjasama dengan pos di sana, supaya ketahuan surat suara yang sudah dikirim balik itu disimpan dimana. Karena, di video itu juga tidak dilihat ada kotak suara. Apakah surat suara itu yang dikirim oleh KPU? Fakta hukumnya harus jelas dulu sebelum kami mengambil kesimpulan, dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucap dia.

Metode pos dan keliling

Hasyim mengatakan, pemilihan presiden/wakil presiden dan anggota legislatif bagi WNI di Malaysia dimulai pada 14 April 2019. Adapun, KSK kemungkinan berkeliling lebih awal sebelum tanggal 14 April 2019 mengingat metode ini akan menjangkau titik kumpul WNI seperti daerah perkebunan atau pabrik. Ia memastikan kalau daftar pemilih yang menggunakan metode KSK sudah didata sejak awal.

Sementara, metode pos sudah dikirim lebih awal sebelum tanggal 8 April 2019. Ini dilakukan karena butuh waktu untuk mengirim ke alamat yang ada di daftar pemilih, dan butuh waktu untuk pemilih mengirim ulang ke PO BOX yang telah ditetapkan. 

“Kalau pos itu batasnya sudah diterima (oleh PPLN) sebelum tanggal 17 April saat penghitungan suara. Jadi ada yang masih dipegang, ada yang sudah dikirim. Itu disimpan di POBOX, setelah semuanya diterima akan disimpan di mana? Ini yang kami telusuri,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X