Minggu, 31 Mei 2020

Industri Pakaian Jadi Jabar Harus Bisa Naik Kelas

- 19 Maret 2019, 17:42 WIB
ADE Sudrajat.*/DOK. NASDEM

JAKARTA, (PR).- Industri lokal di Jawa Barat harus bisa memperluas pangsa pasar agar bisa memperoleh keuntungan yang maksimal. Untuk bidang industri pakaian jadi butuh strategi khusus agar dapat naik kelas. Salah satunya dengan mengerti tren desain, membuat pola yang baik, juga menjahit dengan benar.

Menurut Ade Sudrajat, politisi dari Partai NasDem, industri kecil merupakan salah satu penopang maju mundurnya suatu daerah. Industri kecil harus diberi bekal agar mampu merebut pasar nasional maupun internasional.

"Karenanya, memberi pelatihan menjadi penting agar pelaku industri bidang ini memiliki keterampilan dan wawasan tambahan untuk maju," ujar Ade yang juga calon legislatif DPR RI Dapil Jawa Barat II itu.

Dikatakan, di daerah pemilihannya banyak industri lokal yang membuat pakaian jadi. Yang terbesar itu pembuatan celana jeans, pakaian wanita, hingga baju koko. Bahkan, ada satu kampung diberi nama kampung hijab karena di sana memang khusus membuat hijab.

"Ini potensi cukup kuat namun segmen pasar mereka memang ada di menengah bawah. Tentu artinya bahan baku yang sangat kompetitif dan murah " kata Ade seperti yang disadur dari siaran pers yang diterima wartawan Pikiran Rakyat, Selasa, 19 Maret 2019.

Ia pun mengutarakan, strategi agar dapat meningkatkan industri tekstil lokal naik ke menengah atas adalah dengan pembinaan. Antara lain pelatihan dari sisi desain, membuat pola yang baik, serta cara menjahit yang benar. Bagaimanapun, kualitas dari pakaian jadi akan terangkat dari ketiga hal tersebut.

Yang juga jangan dilupakan adalah cerdik mengakali pemasaran. Di era teknologi, pemasaran dengan jalur online akan lebih menguntungkan bagi pelaku industri pakaian jadi.

"Salah satu akses menuju pasar menengah itu dihubungkan dengan pasar online. Dengan cara ini, pendapatan bisa jauh lebih tinggi dari sekarang. Namun mereka juga harus dibekali wawasan mengenai ponsel. Bagaimana cara masuk online, bagaimana menawarkan, bagaimana pembayaran dan sebagainya. Karena saya lihat masih banyak pelaku industri yang belum menyentuh pasar online," tuturnya.

Sadar yang muda

Ade melanjutkan, upaya ini bukannya tanpa tantangan. Pasar online adalah hal baru meski tidak rumit. Namun bisa menjadi kompleks lantaran pelaku industri masih memegang konsep untung-rugi yang langsung terasa.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X