Selasa, 10 Desember 2019

Komisi I: Penembakan di Selandia Baru Adalah Aksi Teror

- 15 Maret 2019, 16:47 WIB
WARGA mengutuk aksi teror yang dilakukan oleh seorang warga Selandia Baru dan menewaskan sejumlah umat Islam yang hendak melakukan ibadah salat Jumat di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras aksi teror yang dilakukan oleh seorang warga Selandia Baru dan menewaskan sejumlah umat Islam yang hendak melakukan ibadah salat Jumat di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019. Politisi PKS itu pun meminta agar kementerian luar negeri Indonesia segera mendatangi korban dan memberikan perlindungan hukum, keamanan dan keselamatan terutama untuk Warga Negara Indonesia yang tinggal di sana.

"Bagaimana rakyat sipil bisa membawa senjata begitu mudah? kita minta kementerian Luar Negeri dan Kedubes Indonesia bergerak cepat untuk mendata, mendampingi, memastikan keamanan dan keselamatan semua WNI di Selandia Baru serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat sehingga kita pastikan semoga tidak ada WNI yang menjadi korban,” kata Kharis dalam keterangan tertulis yang diterima "PR", Jumat, 15 Maret 2019.

Dia menyesalkan mengapa kejadian ini bisa terjadi padahal seharusnya kemungkinan mencegah sangat besar mengingat pelaku memakai media sosial dalam melakukan aksinya. Pemerintah Selandia Baru, sambung Kharis, harusnya sudah mempunyai data dan infomasi intelijen terkait kasus tersebut.

“Ini bukan lagi soal kelompok kriminal apalagi media hanya menyebut penembakan  ini mencederai rasa kemanusiaan kita, jelas terorisme itu ada dan terjadi disana, saya prihatin dan mengutuk aksi pembantaian di Jumat kelabu ini, ini duka dunia bukan hanya korban di Selandia Baru," ucap Kharis.

Dia pun menyatakan rasa bela sungkawanya kepada semua korban  yang dibunuh secara keji. Seraya memanjatkan doa untuk para korban.

"Saya meminta penegakan hukum dan kalau perlu hukum mati pelaku terorisme tersebut, jangan ada sejengkal pun di bumi  ini ada sifat intoleran yang merenggut korban nyawa seperti di Selandia Baru" katanya.

Sebelumnya, sejumlah orang dilaporkan tewas dalam penembakan tersebut. Meski demikian, kepolisian setempat belum menyampaikan keterangan mengenai korban jiwa. Selain terjadi penembakan, sejumlah bahan peledak juga ditemukan yang menurut Polisi Selandia Baru, jenis improved explosive devices (IED) yang dipasang ke kendaraan-kendaraan sebagai bagian dari serangan itu.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X