Rabu, 11 Desember 2019

KPU dan Kedua Kubu Capres Paparkan Persiapan Debat

- 12 Maret 2019, 22:27 WIB
PASANGAN capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan sembilan nama panelis yang akan mempersiapkan sejumlah pertanyaan untuk debat calon wakil presiden pada 17 Maret 2019 nanti. Debat yang merupakan edisi ketiga ini akan membahas tentang ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, sosial dan kebudayaan.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, sembilan panelis yang ditunjuk untuk mengawal debat ini adalah Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar periode 2018-2022 yang juga Guru Besar Sosiologi Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Periode 2007-2011 yang juga Profesor Sastra Untan Prof Dr Chairil Effendy MS, dan Rektor Unsyiah Periode 2018-2022 (periode kedua) Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng.

Selain itu, ikut serta pula Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Prof Subhilhar, MA, Ph.D, Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia yang juga dosen Universitas Airlangga Prof Dr David S Perdanakusuma dr Sp BP-RE(K), dan Rektor Universitas Diponegoro periode 2019-2024, Prof H Yos Johan Utama SH M.Hum. 

Sama seperti di debat edisi kedua, para panelis ini diharuskan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan soal materi debat. Proses penyusunan materi soal pun sudah mulai dilakukan lewat proses Focus Group Discussion yang digelar hingga Kamis, 14 Maret 2019, di Hotel Sultan, tempat debat ketiga akan diselenggarakan.

"Selain sembilan panelis kami juga mengundang teman-teman dari NGO dan tokoh masyarakat yang bergerak di tema-tema itu. Moderator yakni Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas juga kami undang," kata Arief di Kantor KPU, Selasa 12 Maret 2019.

Sementara itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferry Mursidan Baldan menyebut debat ketiga harus dilihat sebagai debat yang mempertandingkan visi misi Cawapres. Jangan sampai publik melihat debat ini sebagai pertandingan antara Sandiaga yang masih berusia muda kontra Ma'ruf Amin yang sudah sepuh.

"Dalam peraturan KPU kan tidak ada Sandiaga Uno cawapres usia muda, Ma'ruf Amin adalah kandidat usia sepuh. Kan enggak? Dalam batas-batas ini kita tetap bersandar pada etika berdebatnya, tapi dalam debatnya sama-sama sebagai kandidat Cawapres," kata Ferry.

Meski demikian, pihaknya memastikan kalau Sandi tak akan menyerang pribadi Kiai Ma'ruf dalam debat. Dia hanya akan menyampaikan visi misi yang berkaitan dengan tema debat kali ini sebagai paparan yang akan dia tawarkan kepada pemilih. 


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X