BANYUMAS, (PR).- Hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan sejumlah rumah di Desa Karangrau dan Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, pada Senin 11 Maret 2019 petang.
Di Grumbul Karanggedang Desa Karangnanas angin lisus menyebabkan acara hajatan pernikahan di rumah Rujito (45) berantakan. Para tamu undangan dan pihak mempelai berlarian menyelamatkan diri setelah tenda tratak hajatan ambruk.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, hujan deras disertai angin kencang dan petir terjadi sekitar pukul 14.30, ketika itu acara hajatan sedang berlangung.
"Angin kencang membuat tenda tratak hajatan ambruk dan menimpa tamu undangan. Meski tidak ada tamu yang terluka akan tetapi angin kencang telah memporak-porandakan pesta pernikahan." jelasnya.
Bersama dengan puluhan warga, pihak BPBD menerjunkan tim untuk memberikan pertolongan serta mengevakuasi tamu yang terjebak di dalam tenda sebab saat peristiwa masih ada puluhan warga yang datang.
Angin kencang juga menyebabkan belasan rumah di Karangnanas mengalami kerusakan, sebagian besar atapnya jebol terbawa angin kencang.
Warga bergotong-royong membersihkan reruntuhan tenda hajatan serta mengevakuasi pohon tumbang. Selain menyebabkan atap tratag ambruk, ada belasan rumah warga yang rusak tertimpa pohon tumbang serta atap rumah rusak setelah dihembus angin lisus.
Di antaranya rumah Sumiarji Kasit (65) yang dihuni 7 jiwa. "Rumah korban mengalami kerusakan seng bagian garasi dan warung. Seng yang menjadi atap terbang terkena angin. Ada 25 lembar seng yang hilang," ujar Kusworo.
Curah hujan masih tinggi
Sementara itu, Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan bahwa bencana hidrologi masih mengancam. Hal itu disebabkan curah hujan selama Maret di sejumlah wilayah masih tinggi khususnya wilayah pegunungan, intensitas hujan bisa mencapai 400-500 milimeter (mm).
Artikel Pilihan