Minggu, 29 Maret 2020

Segara Anakan Akan Menjadi Pusat Pengembangan Mangrove Nasional

- 6 Maret 2019, 23:41 WIB
PERAHU melintas di perairan Kampung Laut kawasan Segara Anakan, Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kawasan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akan dikembangkan menjadi pusat pengembangan mangrove nasional. Species mangrove yang ditemukan di kawasan Segara Anakan merupakan yang terlengkap di tanah air.

"Saya baru tahu kenapa Segara Anakan menjadi terkenal, karena unik dan  komplek. Kita akan angkat menjadi agenda nasional, selain hutan mangrove-nya masih bagus, kondisi biodiversity juga masih tinggi. Saya kira jauh lebih tinggi dari kawasan Karangsong di Indramayu,'' kata Siti Nurbaya saat meresmikan program Energi Mandiri Surya Angin (E-Mas Bayu) dan Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina) di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kampung Laut,  Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, 5 Maret 2019.

Spesies mangrove yang ditemukan di kawasan Segara Anakan merupakan yang terlengkap di tanah air. Ada sekitar 41 hingga 50 spesies yang tumbuh di  kawasan perairan payau tersebut. Sedangkan, di Karangsong Indramayu jumlahnya berkisar 27 hingga 30 spesies. 

Dikatakannya, mangrove di Segara Anakan menjadi penting sebab sampai saat ini regulasi mengenai pelestarian mangrove masih terbatas sehingga belum tertangani dengan baik. “(Padahal) kayu mangrove sangat diminati di luar negeri karena menghasilkan arang yang kualitas paling baik," ucapnya.

Kerja sama internasional untuk pemulihan mangrove

Ia menuturkan, mangrove menjadi prioritas karena Kementrian Lingkungan Hidup akan menjalin kerja sama internasional. "Mangrove menjadi penting untuk masa depan bangsa. Kita akan menjalin kerja sama pemulihan hutan mangrove dengan Australia, Jepang, Norwegia," ucapnya menambahkan.

loading...

Sampai saat ini, Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia. yakni 3,5 juta hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya, Indramayu, Kuta Bali, Madura, dan Balikpapan. 

Dalam kesempatan itu, Siti Nurbaya juga menitipkan peletarian mangrove di Segara Anakan. Di kawasan lain, seperti hutan mangrove di Batam, kondisinya sudah kritis akibat penanganan yang salah.

Ia mengatakan, kehadirannya di Dusun Bondan bukan hanya untuk meninjau programm unggulan Pertamina. Namun, ia juga ingin melihat kondisi lingkungan di sekitar wilayah Kampung Laut yang masuk kawasan Segara Anakan.

"Saya melihat, paling tidak ada tiga hal penting di sini. Pertama, bentang alam Segara Anakan yang tadi sudah kita lalui bersama-sama dan cukup unik," katanya, sambil mengucapkan terima kasih ke masyarakat yang terus berupaya membangun komunitasnya dengan baik.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X