Jumat, 13 Desember 2019

Penyakit Hipertensi Ancam Masyarakat Cilegon

- 31 Januari 2019, 10:22 WIB
ILUSTRASI hipertensi.*/DOK. PR

CILEGON, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menghadapi ancaman serius peningkatan jumlah penderita hipertensi pada masyarakat. Hingga Desember 2018 lalu, tercatat 10.208 warga Cilegon menderita hipertensi.

Penyakit ini bahkan dilaporkan telah mengakibatkan 64 warga meninggal dunia. Kepala Dinkes Cilegon dr Arriadna mengatakan, peningkatan jumlah penderita hipertensi di Kota Cilegon cukup mengkhawatirkan. Padahal pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah semakin tingginya angka penderita hipertensi.

“Tugas kami untuk mengendalikan penyakit menular seperti DBD, sudah on the track. Sayangnya, kami dihadapkan dengan kondisi peningkatan jumlah penderita hipertensi. Penyakit ini menjadi peringkat satu pada daftar jumlah penyakit tidak menular di Kota Cilegon,” kata dr Arriadna saat ditemui Kabar Banten di ruang kerjanya.

Menurut dr Arriadna, tingginya angka penderita hipertensi berhubungan erat dengan pola hidup masyarakat Kota Cilegon. Perubahan budaya yang terlalu cepat, membuat masyarakat tidak bisa mengimbanginya untuk kepentingan kesehatan pribadi.

“Sekarang ini banyak makanan-makanan fast food di Kota Cilegon. Tidak masalah sebetulnya jika sekali-kali mengonsumsinya. Tapi kalau fast food menjadi makanan pokok, maka potensi warga terkena hipertensi sangat tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan, masyarakat Cilegon telah meninggalkan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Selain itu, minimnya kegiatan olah raga juga penyebab lain tingginya angka penderita hipertensi.

“Jarang makan sayuran dan buah-buahan, jarang olah raga, lalu banyak makan-makanan fast food dan junk food yang ada di mall, itu adalah kesalahan fatal,” tuturnya.

Paradigma tentang anak gendut adalah anak sehat pun masih dimiliki masyarakat Kota Cilegon. Padahal, anak dengan kelebihan berat beban memiliki potensi penyakit cukup tinggi.

“Obesitas itu pemicu penyakit tidak menular. Anak bisa terkena gula darah atau kelebihan kolesterol,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah

Tags

Komentar

Terkini

X