Anggotanya Ditangkap, MUI Minta Densus 88 Jangan Tangkap Teroris: Bukan Begitu Caranya, Ajak Diskusi

- 19 November 2021, 07:33 WIB
Ilutrasi.  Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Inafis membawa sejumlah barang bukti saat penggeledahan rumah terduga teroris RF di Jalan Suryalaya Tengah, Gang III, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 16 Oktober 2019.
Ilutrasi. Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Inafis membawa sejumlah barang bukti saat penggeledahan rumah terduga teroris RF di Jalan Suryalaya Tengah, Gang III, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 16 Oktober 2019. /Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar

"Tapi ini kan tidak seperti itu cara penanganannya kan," ucap Anwar Abbas.

Menurutnya, terduga teroris di Indonesia hanya dipantau dan diikuti, bukannya diajak untuk berdiskusi.

Baca Juga: Perkara Hak Asuh Gala Sky Dibawa ke Pengadilan, Ayah Bibi Ardiansyah Akui Dikejar Waktu: Jangan Berbelit-belit

"Misalkan ada seseorang dianggap teroris, dipantau terus, diikutin terus, kemudian nanti setelah bom meledak ditangkap. Jangan begitu dong," ujar Anwar Abbas.

Padahal, dia mengungkapkan bahwa cara menangani terorisme seharusnya tidak seperti itu.

"Bagi saya, kalau kita memang sepakat dengan pancasila sebagai pasal bangsa kita dan UUD 1945 sebagai dasar hukum kita, ndak begitu caranya," tutur Anwar Abbas.

Dia menekankan bahwa Densus 88 Antiteror seharusnya merangkul para terduga teroris, agar paham yang mereka anut bisa berubah.

"Yang kita lakukan itu bukan memukul, tapi merangkul. Bukan membidik, tapi mendidik," kata Anwar Abbas.***

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network