Jumat, 5 Juni 2020

Asperindo Prediksi Kenaikan Tarif Jasa Pengiriman Sebesar 20 Persen

- 25 November 2018, 10:54 WIB

JAKARTA, (PR).- Lebih dari 200  Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pada konsumen. Kesepakatan itu menanggapi adanya kebijakan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU), yang diberlakukan oleh beberapa perusahaan penerbangan cargo.

‎Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia‎ (Asperindo), Mohammad Feriadi, mengatakan tarif SMU merupakan salah satu komponen terbesar yang ada dalam industri jasa pengiriman. Komponen tarif SMU tersebut sekitar 30 persen dari total biaya pengiriman.

Dengan demikian, kenaikan tarif SMU akan berdampak pada biaya yang ditanggung perusahaan. Hal itu berlaku terutama pada pengiriman antar pulau yang banyak dilakukan melalui udara. 

Feri mengatakan, transportasi melalui udara diperlukan oleh perusahaan jasa‎ pengiriman ekspress yang membutuhkan kecepatan. 

"Oleh sebab itulah kami harus melakukan penyesuaian‎ tarif jasa pengiriman. Sebab jika tidak, dampaknya (pada ongkos logistik) akan berat sekali," kata Feri kepada "PR", Sabtu 24 November 2018.

Dia mengatakan, kenaikan tarif SMU sudah diberlakukan beberapa airlines dengan besaran yang bervariasi.

"Besarnya ada yang 20 persen, ada yang lebih. Kemarin katanya Garuda (maskapai) akan Naikan lagi tarifnya. Kalau Garuda naik, yang lainnya biasanya akan ikutan naik," ujar dia.

Feri mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan Asperindo mendorong anggotanya untuk menaikan tarif bersama-sama. Meskipun demikian, ada beberapa perusahaan yang sudah terlanjur menaikan tarif jasanya terlebih dahulu.

Menurut Feri, asosiasi menyerahkan kepada setiap perusahaan untuk menetapkan besaran kenaikan tarif jasanya. Namun dia memprediksi rata-rata kenaikan tarif jasa tersebut sekitar 20 persen.

Halaman:

Editor: Tia Dwitiani Komalasari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X