Jumat, 6 Desember 2019

Enam Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan

- 8 November 2018, 15:49 WIB
AHLI waris almarhumah Agung Hajjah Andi Depu memegang tanda jasa dari Presiden Joko Widodo saat penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. Presiden menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh yaitu Abdurrahman Baswedan dari DI Yogyakarta, Agung Hajjah Andi Depu dari Sulawesi Barat, Depati Amir dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, Pangeran Muhammad Noor dari Kalimantan Selatan dan Brigjen K.H Syam'un dari Banten.*

JAKARTA, (PR).- Enam tokoh dianugerahi gelar pahlawan pada tahun ini. Anugerah gelar pahlawan itu diterima oleh para para ahli warisnya di Istana Negara, Kamis, 8 November 2018.

Keenam tokoh itu yakni (Alm.) Abdurrahman Baswedan, tokoh dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, (Alm.) Agung Hajjah Andi Depu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Barat, (Alm.) Depati Amir, tokoh dari Provinsi Bangka Belitung, (Alm.) Mr. Kasman Singodimedjo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah, (Alm.) Ir. H. Pangeran Mohammad Noor, tokoh dari Provinsi Kalimantan Selatan dan (Alm.) Brigjen K.H. Syam'un, tokoh dari Provinsi Banten. 

Presiden Joko Widodo menganugerahkan langsung gelar pahlawan itu kepada para ahli waris dalam seremoni yang dilaksanakan di dalam Istana Negara. Hadir juga dalam acara itu Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gunanjar Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PANRB Syafruddin, Menpora Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.  

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Suprayitno mengatakan, Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan telah memberikan pertimbangan pengusulan penganugerahan tanda kehormatan tersebut. Dewan tersebut berpedoman kepada UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. 

Menurut dia, dalam aturan tersebut yang dimaksud dengan gelar adalah penghargaan negara yang diberikan presiden kepada seseorang yang telah gugur atau meninggal dunia atas perjuangan, pengabdian, darmabakti dan karya luar biasa kepada bangsa dan negara. 

Alasan lebih rinci tentang 6 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan tersebut dimuat dalam buku yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial. Profil masing-masing tokoh dipaparkan secara rinci dalam buku tersebut. 

Abdurrahman Baswedan (1908-1986) dianggap berjasa sebagai pahlawan karena ia dinilai konsisten memperjuangkan integrasi keturunan Arab ke dalam bangsa Indonesia. Perjuangannya dilakukan melalui dunia jurnalistik, dunia kepartaian, dan dalam BPUPKI. 

Agung Hajjah Andi Depu (1908-1985) dinilai sebagai sosok perempuan yang telah memberikan dedikasi serta loyalitas dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia dianggap berjasa mengerahkan dan mengoordinasikan masyarakat untuk melawan kolonial Belanda di Indonesia. 


Halaman:

Editor: Muhammad Ashari

Tags

Komentar

Terkini

X