Malaria Mulai Ancam Pengungsi Korban Gempa-Tsunami Palu

- 18 Oktober 2018, 12:19 WIB
Warga korban gempa-tsunami Palu mengantri makanan di pengungsian, Palu, 14 Oktober 2018.*
Warga korban gempa-tsunami Palu mengantri makanan di pengungsian, Palu, 14 Oktober 2018.*

JAKARTA, (PR).- Penyakit malaria diduga mulai mengancam pengungsi korban gempa bumi di Sulawesi Tengah. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengaku telah menerima laporan bahwa penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu dapat menjadi endemi meski hingga saat ini belum disebutkan adanya korban.

"Oleh karena itu sebaiknya dilakukan langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban. Selain penyakit malaria, karena lingkungan yang buruk, penyakit lain juga banyak bermunculan seperti diare dan juga infeksi pernapasan," ungkap anggota Baznas Ir. Nana Mintarti saat menerima bantuan dari Direktur Regional Kar Powership Indonesia, Mehmet Ufuk Berk di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, belum lama ini.

Bantuan yang diberikan oleh PT Kar Powership Indonesia, perusahaan asal Turki, berupa tenda, velbed, matras, selimut, perlengkapan kebersihan, makanan, dan air mineral dengan total kurang lebih Rp 1 miliar. 

Dalam literatur, malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang mengandung plasmodium, yaitu parasit penyebab malaria. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur, termasuk laki-laki dan perempuang. Gejala yang dikeluhkan adalah demam, menggigil, sakit kepala, mual atau muntah.

Nana menilai tepat jika di antara bantuan yang diberikan kepada para korban gempa di Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawasi Tengah itu berupa obat-obatan pencegah malaria. Dia juga mengingatkan agar para relawan hendaknya sudah membekali diri dengan vaksin dan obat-obatan yang dibutuhkan. "Ini penting buat para relawan agar tetap bisa bertahan untuk membantu para pengungsi korban gempa," tuturnya.

Mehmet Ufuk Berk berharap bantuan yang diberikan dapat segera menjangkau para korban yang membutuhkan. "Program bantuan ini adalah bentuk dari kepedulian terhadap bencana di Indonesia, terutama di Palu, Donggala, dan Sigi. KPI berharap bantuan yang diberikan dapat segera tersalur ke saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah yang membutuhkan”, katanya.

Selain itu, PT Kar Powership Indonesia yang merupakan anak perusahaan Karadeniz Energy Group, Istanbul, Turki, pemilik, operator dan pembangun armada Powership™ (floating power plant) dalam proses mendatangkan pembangkit listrik terapung untuk Palu. Sejak 2010, 15 Powership telah selesai dibangun dengan kapasitas terpasang 2.800 MW. Tambahan 5.000 MW dari Powership sedang dalam pembangunan atau dalam proses.***

Editor: Satrio Widianto


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X