Jumat, 10 April 2020

Diuji 10 Kilogram Peledak, Tank Pindad Tetap Kokoh

- 12 Juli 2018, 10:55 WIB

NGAMPRAH, (PR).- Uji ledak ranjau (mine blast test) terhadap tank medium pengembangan bersama antara PT Pindad (Persero) dan FSNN Turki dilakukan di Lapangan Tembak Pussenarmed, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 12 Juli 2018. Uji ledak ranjau itu menggunakan bahan peledak seberat 10 kilogram, yang diletakan di bawah roda tank.

Hasilnya, roda dan rantai tank memang ada yang mengalami kerusakan. Akan tetapi, secara umum konstruksi tank masih terlihat sangat kokoh. Belum diketahui dampak ledakan ranjau terhadap orang di dalam tank. Pasalnya, sensor pada manekin yang disimpan di dalam tank baru bisa diketahui hasilnya beberapa hari ke depan.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Bondan Tiara Sofyan yang hadir menyaksikan uji ledak ranjau mengaku puas dengan tank generasi terbaru yang didesain antirajau itu.

"Hasilnya sangat baik. Kami berharap untuk uji tes berikutnya bisa didapat hasil yang baik juga. Dengan demikian, tank medium ini bisa mass production," katanya. 

Menurut dia, tank medium merupakan program pemerintah yang termasuk ke dalam tujuh pengembangan strategis Kemhan agar dapat bersaing dengan industri pertahanan luar negeri. Kehadiran tank medium itu sekaligus bukti kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam menghasilkan produk inovatif. "Mudah-mudahan ini jadi tonggak penting bagi kemandirian Indonesia," ujarnya.

Harus aman

Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen Tatang Sulaiman juga turut berbangga dengan tank berkelas yang dihadirkan Pindad. "Sebagai pengguna, kami ingin tank, yang walaupun dapat ancaman dari ledakan besar, tapi tetap bisa bermanfaat. Orang yang ada di dalam tank juga bisa tetap selamat. Jadi, alat dan manusia harus betul-betul aman," katanya.

Setelah melihat secara fisik dampak ledakan ranjau, lanjut dia, secara keseluruhan badan tank tidak terkena pengaruh. "Hanya rantai yang sedikit rusak, itu wajar dan masih bisa diganti. Jadi, secara konstruksi, tanknya tidak terlalu banyak berubah. Hasil uji ledak ranjau terhadap tank medium ini sangat menggembirakan," katanya. 

Dia berharap, tank berbobot 32 ton yang dapat menampung tiga orang itu juga terbukti bagus pada tes-tes selanjutnya. Uji ledak ranjau berikutnya akan dilakukan dengan bahan peledak seberat delapan kilogram, yang diletakan di bawah badan tank. Setelah itu, diperlukan pula uji mobilitas tank di berbagai kondisi.  

Halaman:

Editor: Hendro Susilo Husodo

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X