Jumat, 28 Februari 2020

Kutuk Terorisme, Ini Ajakan Keraton Senusantara untuk Masyarakat

- 13 Mei 2018, 11:37 WIB
SEJUMLAH sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018. Ledakan terjadi di tiga lokasi di Surabaya, yakni di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, pada waktu yang hampir bersamaan.*

CIREBON, (PR).- Keraton senusantara mengecam keras aksi terorisme yang sampai menelan banyak korban meninggal maupun luka di Surabaya. Kecaman disampaikan melalui Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang juga Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Sultan Arief pun meminta aparat kepolisian dan TNI untuk tidak segan-segan menindak semua yang mengganggu kemanan, ketertiban, kedamaian, dan kenyamanan, kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan kepada elit politik, kelompok kepentingan, dan sipapun, Sultan Arief mengingatkan untuk tidak mengorbankan bangsa dan negara dengan menghalalkan segala acara.

“Kami keluarga besar keraton-keraton senusantara juga mengajak seluruh masyarakat untuk melaporkan segera kepada aparat keamanan kalau ada hal-hal yang merusak ketertiban, kemanan, maupun anarkisme," kata Arief.

Arief menegaskan, Indonesia merupakan negara berketuhanan, beragama, bermoral, dan berbudaya. Kecaman juga datang dari Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini. PBNU  mengutuk seluruh tindakan anarkisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama. Dia menegaskan, jihad melalui cara kekerasan merupakan pemahaman yang menyesatkan.

"Jihad sesungguhnya adalah menyebarkan dan mengajarkan Islam dengan cara-cara damai, bukan dengan aksi teror dan menebarkan kebencian. Sebarkan Islam dengan ramah, bukan marah. Ajak, bukan ejek. Rangkul, bukan mukul," katanya saat jumpa pers di Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon Minggu 13 Mei 2018.

Pihaknya mengajak keluarga besar NU meningkatkan kewaspadaan dan membantu aparat berwenang, salah satunya menginformasikan bila ada upaya atau gerakan terorisme. Gerakan terorisme yang diindikasikan bertujuan mendirikan negara agama, dipastikan terpola dan terdesain.

PBNU pun menyerukan pemerintah, terutama intelijen, meningkatkan kewaspadaan agar tak lagi kecolongan. Menurutnya, pola-pola terorisme seharusnya telah dibaca intelijen.  Selain mengajak seluruh entitas bangsa bersatu padu melawan terorisme, dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengucapkan rasa belasungkawa terhadap korban terorisme, baik di Mako Brimob Jakarta hingga Surabaya. Masyarakat diajak pula tak terprovokasi dan mengikuti kelompok yang mengajarkan jihad melalui aksi teror.

"PBNU bersama tokoh lintas agama akan mendiskusikan langkah-langkah, salah satunya membuka posko di beberapa tempat sebagai antisipasi. Kami bantu pemerintah perangi terorisme," tandasnya.

Selain itu, katanya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU yang merupakan badan otonom NU dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga telah diisntruksikan untuk berjaga. Helmy menyebut, aksi teror yang terjadi belakangan ini merupakan panggilan Negara.

Halaman:

Editor: Ani Nunung Aryani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X