MUI Sarankan Impor Minuman Alkohol Dibatalkan: Cenderung Memihak Wisatawan Asing dan Rugikan Anak Bangsa

- 7 November 2021, 08:25 WIB
 Ketua MUI Pusat, Cholil Nafis.
Ketua MUI Pusat, Cholil Nafis. /Antara/HO-MUI


PIKIRAN RAKYAT - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menanggapi perihal Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021 mengenai peningkatan jumlah impor Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Dia menyebut peraturan itu merugikan anak bangsa dan pendapatan negara.

Peraturan tersebut merubah ketetapan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 20 Tahun 2014 mengenai izin impor MMEA dengan batas maksimal 1.000 ml menjadi sebanyak 2.250 ml atau 3 botol @750 ml.

Permendag mengenai impor minuman alkohol (Minol) yang disahkan tersebut cenderung memihak kepentingan wisatawan asing, serta merugikan anak bangsa dan pendapatan negara,” ujar Cholil Nafis, Sabtu, 6 November 2021, dikutip dari laman MUI.

Baca Juga: Beredar Foto Mesra Ketua Komisi I DPR dengan Jenderal Andika Perkasa, Publik Curiga

Menurutnya, ketetapan Permendag sebelumnya sejalan dengan kebijakan Menteri Keuangan yang memberikan pembebasan bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor hanya untuk 1 liter MMEA.

Selain itu, Cholil Nafis melihat terjadinya peningkatan jumlah izin bawaan minol dengan maksimal 1.000 ml menjadi 2.500 ml mengakibatkan menurunkan pendapatan negara. Sebab, adanya kebijakan kelonggaran mengacu pada peraturan baru yaitu Permendag No. 20 tahun 2021.

Dia menuturkan, pada akhirnya masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing akan menganggap hal yang biasa saat keluar negeri membawa Minol dengan jumlah yang lebih banyak.

Baca Juga: Serangan Drone Targetkan PM Irak, Berhasil Lolos Tanpa Terluka

Ketua MUI mencatat, pada Permendag 20/2021 halaman 671 terdapat ketentuan peralihan pada Pasal 52 huruf (i) yang menyatakan pengecualian impor minuman beralkohol sebagai barang bawaan untuk dikonsumsi sendiri.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 493).

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: MUI

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network