Selasa, 26 Mei 2020

Pemerintah Siapkan Pelatihan Khusus Revolusi Mental untuk Pejabat Negara

- 3 Maret 2018, 05:45 WIB
MENTERI Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.*

JAKARTA, (PR).- Pemerintah akan menyiapkan pelatihan khusus Revolusi Mental bagi para penyelenggara negara dan pegawai pemerintah. Pelatihan tersebut guna menghadapi globalisasi dan perubahan teknologi yang semakin canggih atau kerap disebut revolusi industri 4.0.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 3 Maret 2018, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi persiapan workshop Program Diklat Revolusi Mental untuk Implementasi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Rapat Koordinasi digelar di Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018, yang dipimpin Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution.

"Sekarang adalah bagaimana kita merubah 'mindset' (pola pikir) kita dengan revolusi 4.0 ini, dan bagaimana teamwork kita dalam bekerja. Awal kita 1.000 peserta saja dulu, intinya kita ingin masif. Ini ada 34 kementerian, kita tinggal perkaya sedikit dan tinggal kita bagi. Presiden Jokowi mau ada dari semua eselon dan menteri-menteri juga ikut," kata Luhut.

Pelatihan khusus revolusi mental tersebut nantinya tidak hanya akan diberikan bagi pegawai pemerintah setingkat eselon I, II, III, dan IV di semua kementerian. Akan tetapi juga dari kalangan swasta dan non government organization (NGO/LSM). 

Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat mendorong satu kesepahaman, baik dalam pola pikir maupun cara bertindak demi kemajuan bangsa. Luhut menjelaskan, ide pelatihan tersebut berawal dari keinginan Presiden Joko Widodo agar setiap pihak mempunyai kesepahaman dalam pola pikir dan cara bertindak guna menghadapi era digitalisasi teknologi dseperti saat ini.

"Jadi bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi 4.0 itu yang begitu cepat. Bagaimana pula cara membuat manajemen yang rapi dan 'teamwork' (kerja tim) yang rapi. Sekarang, apabila dikaitkan dengan teknologi 4.0, karena teknologi ini kalau kita tidak paham, nanti masing-masing akan lari kemana-mana," ujarnya.

Khawatir belum siap

Senada dengan Luhut, Darmin menambahkan perlunya persiapan yang baik untuk program tersebut. Ia mengaku khawatir banyak pihak yang belum siap, terlebih jika hanya mengandalkan teori, tanpa disertai praktik.

"Kita tidak bisa lagi hanya berpikir dengan 'mindset' seperti sekarang ini dan bertindak dengan gaya lama. Nah bagaimana caranya? Kalau hanya pakai teori tentu tidak akan jalan, maka caranya adalah harus adanya pelatihan langsung," tuturnya.

Program pelatihan revolusi mental diadaptasi dari program sebelumnya yang dinilai berhasil diterapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala Puspitasari


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X