Empat Anak Tewas Tertimbun Longsor di Purbalingga

- 23 Februari 2018, 03:38 WIB
BUPATI Purbalingga Tasdi berkunjung ke rumah duka korban longsor Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jumat, 23 Februari 2018. Longsor yang terjadi Kamis, 22 Februari 2018 malam menewaskan empat anak dan enam orang mengalami luka-luka.*
BUPATI Purbalingga Tasdi berkunjung ke rumah duka korban longsor Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jumat, 23 Februari 2018. Longsor yang terjadi Kamis, 22 Februari 2018 malam menewaskan empat anak dan enam orang mengalami luka-luka.*

 

PURBALINGGA, (PR).- Bencana tanah longsor menimpa warga wilayah pegunungan bagian utara Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Empat anak tewas ketika rumah Solihin, warga Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, tertimbun longsor Kamis, 22 Februari 2018 malam sekitar pukul 21.00 WIB. 

Sampai hari ini, Jumat, 23 Februari 2018, enam orang lainnya yang  menderita luka parah sedang dalam perwatan di RSUD dr R Goetheng Tarunadibrata Purbalingga.

Empat korban tewas dalam kejadian itu ialah Saiful Umam (8), Abdul Rouf (10),  Al Taromi (7) dan Safangatun Isnain (4). Pagi ini mereka dimakamkan di pemakaman umum Desa Jingkang. Sedangkan mereka yang luka parah, terdiri Sahrudin (55), Sokhimun (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35) dan Karsun (16).

Bupati Purbalingga, Tasdi yang semalam  menuju Yogya hendak terbang ke Bali mengikuti Rakernas PDIP, pagi ini kembali ke Purbalingga untuk menengok korban longsor Karangjambu.   

Kepala Desa Jingkang Bambang Hermanto mengatakan,  saat peristiwa terjadi cuaca sedang hujan deras sejak sore hari. Selain itu wilayah tersebut sedang mati lampu.

Kronologi kejadian

Saat itu di rumah Solihin sedang digelar tahlilan sunatan anaknya, Saiful Umam. Namun sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba tebing di belakang rumahnya longsor dan menimpa rumah itu. Belasan orang terkubur di dalamnya. 

Atas kejadian itu, warga yang sedang berada di dalam rumah Solihin segera berhamburan keluar menyelamatkan diri. Nahas bagi sang pengantin sunat, dia dan teman-teman sebanyanya terjebak di dalam rumah. "Pada saat kejadian Saiful dan temannya berada di kamar, mereka tidak bisa keluar karena kejadian begitu cepat. Akibatnya empat anak tersebut tertimbun dan tertimpa material longsor dan kayu," kata Bambang.

Lantaran listrik padam, suasanya di lokasi kejadian gelap gulita. Warga tidak berani mendekat lokasi. Setelah longsor reda, warga kemudian mencari korban di dalam rumah itu. Pencarian kemudian dilakukan bersama dengan Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi.

Halaman:

Editor: Eviyanti


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network


x