Senin, 6 April 2020

Juli 2018, Sensus Penduduk Mini Digelar di Jawa Barat

- 14 Februari 2018, 09:57 WIB
ERTI Wahya (kiri) petugas sensus penduduk 2010 mendata warga di RT 03 RW 06 Kampung Babakan Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu 16 Mei. Sensus penduduk bertujuan salah satunya untuk mengetahui potensi daerah dan mata pencaharian, seperti di RT 06 RW 06 mayoritas warga bermata pencaharian membuat pindang ikan yang dipasarkan ke sejulmlah pasar tradisional di Kabupaten dan Kota Bandung.*

JAKARTA, (PR).- Jawa Barat menjadi satu dari tujuh provinsi yang akan menjadi wilayah tempat digelarnya sensus penduduk mini pada Juli 2018. Kegiatan ini merupakan persiapan menuju Sensus Penduduk yang akan diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020.

Kepala BPS‎, Suhariyanto, mengatakan sensus kecil ini dilakukan untuk menciptakan teknis administrasi yang tepat. Selain Jawa Barat, enam provinsi lainnya yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

"Pertengahan tahun ini, kami akan mengadakan percobaan sensus penduduk 2020 format mini," kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, Rabu 14 Februari 2018.

Dia mengatakan, BPS kemudian akan melakukan geladi resik pada tahun 2019. Sensus penduduk baru dilakukan pada 2020 selama setahun penuh. Sementara hasilnya akan diumumkan tahun 2021 dan dianalisis 2022.

Suhariyanto mengatakan, ia meminta agar masyarakat kooperatif selama sensus berlangsung. BPS akan berupaya agar sensus penduduk bisa lebih efektif, efisien dan bekualitas.

"Sensus harus akurat supaya menjadi benchmark dengan data komprehensif. Registrasi penduduk akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri," ujar dia.

Butuh 800 ribu petugas

Deputi Bidang Statistik Sosial, Sairi Hasbullah, mengatakan, sensus tersebut membutuhkan sumber daya manusia setidaknya 800 ribu hingga satu juta orang. Tenaga kerja tersebut dikhususkan untuk pencacah. "Saat ini jumlah tenaga kerja BPS hanya 15 rubu orang, jadi jumlahnya tidak cukup," kata dia.

Dia mengatakan, sensus penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Oleh sebab itu, tenaga kerja yang dibutuhkan pun cukup banyak. "Apalagi kondisi geografis Indonesia sangat berat," ujar dia.

Halaman:

Editor: Tia Dwitiani Komalasari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X