Akbar Tanjung Khawatir Kasus Setya Novanto Menggerus Suara Partai Golkar

- 13 Desember 2017, 08:43 WIB

YOGYAKARTA, (PR).- Efek skandal korupsi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sangat menghawatirkan bagi masa depan partai beringin tersebut pada pemilihan umum legislatif. Bayangan paling buruk, partai mayoritas tunggal ini bisa saja tidak mencapai ambang batas perolehan suara parlemen karena nama baik partai terkena imbas skandal korupsi E-KTP.

"Kala tidak ada langkah signifikan, yang terjadi pada Golkar penggerusan suara secara masif. Yang saya takutkan, Golkar meraih suara di bawah ambang batas minimum suara di legislatif," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung, Rabu, 13 Desember 2017.

Usai bicara dalam forum refleksi kepahlawanan Lafran Pane, di Universitas Negeri Yogyakarta, dia menyatakan kasus korupsi yang menjerat Setya Novanto sangat besar kerugian negara, Rp 2,3 triliun dan publikasinya sangat masif dalam waktu lama. Ini berpengaruh besar terhadap Golkar.

Menurut mantan ketua DPR tersebut langkah DPP dan DPD Golkar mengganti Novanto sangat tepat. Pengganti Novanto harus kader populer dan bisa membawa perubahan baru si tubuh partai.

"Golkar menghadapi pemilihan kepala daerah, pemilihan umum legislatif dan presiden. Karena itu, kata diq, Gokar bersama pemimpin baru harus bangkit, membawa misi dan visi baru," kata Akbar Tanjung

Sosok pengganti Setya Novanto

Setya Novanto juga terindikasi berusaha menyetir dari dalam penjara. Khususnya dalam proses regenerasi pimpinan partai dan pengganti pimpinan DPR. Akbar Tanjung pun menyatakan tidak selayaknya berbuat demikian.

"Meskipun saat ini status sebagai ketua umum Golkar maupun ketua DPR, Setya Novanto tidak punya legitimasi kuat lagi. Apalagi semua orang terjerat korupsi oleh KPK umumnya terkena hukuman. Kalau pengadilan bisa membuktikan, Setya Novanto terkena hukum," ujar dia.

Ditanya sosok pengganti, dia menyebut Airlangga paling banyak mendapat dukungan dari DPD-DPD Golkar. Namun, kader lain juga boleh bersaing meraih kursi menggantikan Novanto.***

Editor: Mukhijab


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X