Kebijakan Tes PCR Diprotes Lagi, Mantan Menteri Puji Kebijakan Jokowi

- 27 Oktober 2021, 19:30 WIB
Ilustrasi swab PCR. Perdebatan muncul ketika pemerintah mewacanakan wajib memperlihatkan surat keterangan negatif PCR bagi yang menggunakan semua alat transportasi publik.
Ilustrasi swab PCR. Perdebatan muncul ketika pemerintah mewacanakan wajib memperlihatkan surat keterangan negatif PCR bagi yang menggunakan semua alat transportasi publik. /Pixabay/frolicsomepl


PIKIRAN RAKYAT - Sebaran Virus Covid-19, secara umum mulai memperlihatkan melandai. Akan tetapi kini muncul isu soal polemik harga polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus corona (Covid-19).

Perdebatan muncul ketika pemerintah mewacanakan wajib memperlihatkan surat keterangan negatif PCR bagi yang menggunakan semua alat transportasi publik.

Banyak menilai aturan tersebut merupakan bisnis terselubung di balik masih adanya Covid-19.

Hal itu pun memantik komentar dari Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

Baca Juga: Ikatan Cinta 27 Oktober 2021: Elsa Nyaris Bunuh Diri, Perbuatan Nino Tak Bisa Diampuni Papa Surya?

Dia mengomentari terkait tarif PCR tersebut dengan menyebut bau bisnis di balik wacana kebijakan tersebut.

Roy sebelumnya mengaku tidak teralu ikut berkomentar soal polemik tersebut.

Terutama soal mengemukanya wacana pemerintah yang menerapkan harga menjadi Rp300.000.

Baca Juga: Wuling Formo S Meluncur di Indonesia, Pesaing Avanza Berbandrol Rp150 Juta

"Banyak yang konfirmasi, Selaku Lulusan S-2 Magister Kesehatan (Public Health) ASLI UGM, kenapa saya tdk banyak comment Harga Tes PCR?," kata Roy dalam cuitannya di Twitter, pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X