Kamis, 2 April 2020

Hasil Survei, Masyarakat Tak Percaya PKI Bangkit

- 29 September 2017, 07:04 WIB

JAKARTA, (PR).- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei persepsi masyarakat terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasilnya, mayoritas responden tidak percaya bahwa sekarang kebangkitan PKI tengah terjadi. 

Peneliti SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, ada 1.220 responden yang dipilih secara random. Namun hanya 1.057 responden yang merespon wawancara dalam survei yang berlangsung pada 3-10 September 2017 itu.

Dia menyebutkan, sebanyak 86,8 persen dari 1.057 responden tidak setuju bila saat ini tengah ada kebangkitan PKI. "Sementara warga yang menyatakan setuju hanya 12,6 persen," tuturnya di kantor SMRC, Jalan Cisadane No 8, Jumat, 29 September 2017. 

"Secara politik, isu PKI tidak terlalu penting menurut mayoritas warga karena tidak dirasakan," tutur Sirojudin.

SMRC juga kemudian melakukan survei lebih detail kepada responden yang percaya bahwa kini PKI tengah bangkit. Survei dititikberatkan pada persepsi responden mengenai ancaman PKI terhadap keutuhan negara. 

loading...

Hasilnya, sebanyak 39,9 persen menganggap kebangkitan PKI sudah menjadi ancaman negara. Kemudian sebanyak 36,9 persen sedikit sudah percaya bila kebangkitan PKI mengancam negara. Adapun 15,5 persen belum setuju bila PKI sudah mengancam negara. 

SMRC juga melakukan pemetaan wilayah responden yang menyetujui PKI bangkit.  DKI dan Banten adalah wilayah yang persentasenya paling besar terkait dengan tempat tinggal responden yang percaya bahwa PKI bangkit paling besar. Persentasenya mencapai 23 persen. Kemudian diikuti oleh Sumatera (17 persen) dan Jawa Barat (14 persen). 

Adapun dari pemetaan secara etnis, etnis Sunda memiliki presentase paling besar dari latar belakang responden yang menyetujui PKI bangkit, yakni 16 persen. Kemudian diikuti oleh etnis Jawa 13 persen.   

Halaman:

Editor: Muhammad Ashari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X