Sekjen PBNU Klarifikasi Pernyataan Gus Yaqut, Singgung NU Tak Boleh Semena-mena Berkuasa

- 24 Oktober 2021, 18:56 WIB
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini /Instagram.com/@ahmadhelmyfaishalzaini


PIKIRAN RAKYAT - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengklarifikasi pernyataan kontroversial dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU, bukan umat Islam secara keseluruhan.

Helmy Faishal menegaskan bahwa Kemenag adalah hadiah negara untuk semua agama bukan hanya NU atau hanya umat Islam.

"Pertama adalah bahwa Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam," kata Helmy Faishal dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Oktober 2021.

Baca Juga: Iran Akan Bekerja Sama dengan Dunia Islam dalam Pengembangan Nuklir, Sejahterakan Umat Muslim

Dia berkata NU punya peran besar dalam menghapus 7 kata dalam Piagam Jakarta. Namun, Helmy menegaskan bahwa NU tidak boleh semena-mena berkuasa di Kemenag

"Namun tidak berarti NU boleh semena-mena berkuasa atas Kementerian Agama ataupun merasa ada hak khusus," ujarnya.

Helmy mengatakan peran NU jauh sebelum kemerdekaan telah meletakkan pesantren sebagai pilar pembentuk karakter mental bangsa yang bertumpu kepada akhlaqul karimah.

"Meski demikian, NU tidak memiliki motivasi untuk menguasai ataupun memiliki semacam "privilege" dalan pengelolaan kekuasaan & pemerintahan, karena NU adalah jamiyyah diniyah ijtimaiyyah (organisasi keagamaan & kemasyarakatan)," katanya.

Baca Juga: Polisi Sita Uang Senilai Rp20,4 Miliar, Masyarakat Diminta Segera Melapor Jika Temukan Pinjol Ilegal

Oleh karena itu, kata dia, prinsip bagi NU adalah siapa saja boleh memimpin dan berkuasa dengan landasan.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X