Bukan Lagi Karena Agama, Nikah Siri Bentuk Perdagangan Manusia yang Dimodifikasi Melalui Media Sosial

- 25 September 2017, 03:49 WIB

JAKARTA, (PR).- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan nikah siri merupakan pintu masuk perdagangan manusia. Munculnya situs nikahsirri.com salah satu pelajaran penting bagi bangsa ini agar tidak lengah. Tren yang terlihat saat ini, nikah siri atau pernikahan kontrak muncul dengan bentuk perdagangan manusia gaya lama yang dimodifikasi melalui media sosial.

"Trennya, muncul bentuk perdagangan manusia gaya lama, dimodifikasi melalui media sosial," ujar Ketua KPAI, Susanto, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Jakarta, Senin, 25 September 2017.

Susanto menjelaskan nikah siri merupakan bentuk pernikahan secara agama, tetapi bertentangan dengan UU Perkawinan. Parahnya, nikah siri belakangan ini bukan lagi karena faktor agama.

"Belakangan, nikah siri bukan karena agama namun justru karena sejumlah faktor, di antaranya; faktor ekonomi, kepuasan seksual, wisata bahkan fatalnya, juga ditemukan kasus prostitusi atas nama nikah siri. Ini merupakan bentuk deligitimasi agama," kata Susanto.

Jangan lengah

KPAI mengutuk keras modus seperti ini. KPAI melihat ada dampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak. Saat ini publik dihebohkan dengan beredarnya informasi di media sosial tentang keberadaan akun nikahsirri.com. Akun tersebut diduga milik AW (49), warga Perumahan Angkasa Puri Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya diamankan polisi, Minggu 24 Spetember 2017 dini hari.

loading...

KPAI berpandangan, klarifikasi terhadap pemilik akun merupakan langkah awal untuk mengetahui persoalan secara benar. Perdagangan orang, kata Susanto, dengan embel-embel apapun termasuk atas nama agama merupakan kejahatan yang harus kita waspadai.

"Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Apalagi perdagangan manusia adalah tindakan pidana yang akan dijerat UU No 21/2007 tentang TPPP," kata Anggota KPAI, Ai Maryati Solihah.

Merasa tercoreng

Sejumlah purnawirawan TNI Angkatan Udara yang tinggal di Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat merasa nama baik angkatannya tercoreng oleh aktivitas situs nikahsirri.com di lingkungan mereka.

"Di sini rata-rata yang tinggal purnawirawan TNI AU semua. Jumlahnya sekitar 50 persen dari total 650 unit rumah dengan jumlah warga 1.600 kepala keluarga. Sekitar 5 persen di antaranya masih aktif sebagai anggota TNI AU," kata Ketua RW 10 Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jatiasih, Catur Nursyadi, kepada Antara di Bekasi, Minggu.

Halaman:

Editor: Arie C. Meliala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X