Gus Yaqut Bicara Sejarah: Kemenag Itu Hadiah untuk NU Bukan kepada Umat Islam

- 23 Oktober 2021, 20:15 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. /Twitter @YaqutCQoumas


PIKIRAN RAKYAT - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menyebut Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah yang diberikan kepada Nahdlatul Ulama (NU) bukan kepada umat Islam di Indonesia secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut dalam webinar bertajuk "Santri Membangun Negeri" WEBINAR INTERNASIONAL PERINGATAN HARI SANTRI 2021 RMI-PBNU yang disiarkan di YouTube TV9 Official, Sabtu, 23 Oktober 2021.

"Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU secara khusus, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU," ujar Gus Yaqut, seperti dilihat Pikiran-rakyat.com.

Mulanya, Gus Yaqut bercerita ada perdebatan kecil di Kementerian soal sejarah dan asal usul Kemenag.

Baca Juga: Dana Perwalian Rekonstruksi Afghanistan, PBB: Negara Ini Membutuhkan Bantuan Segera

"Ada perdebatan kecil di Kementerian, ketika mendiskusikan soal Kementerian Agama, saya berkeinginan untuk mengubah tagline atau logo Kementerian Agama, tagline Kementerian Agama itu kan ikhlas beramal, saya bilang nggak ada ikhlas kok ditulis gitu, namanya ikhlas itu dalam hati, ikhlas kok ditulis, ya ini menunjukkan nggak ikhlas saya bilang," ujarnya.

"Nggak ikhlas itu artinya mungkin kalau ada bantuan minta potongan itu nggak ikhlas, kelihatannya bantu tapi minta potongan tapi nggak ikhlas, nah ikhlas beramal itu nggak bagus, nggak pas saya bilang. Kemudian berkembang perdebatan itu menjadi sejarah asal usul Kementerian Agama," ujar Gus Yaqut.

Lebih lanjut, Gus Yaqut bercerita perdebatan berkembang menjadi asal usul Kemenag. Ia menjelaskan bahwa kemenag harus melindungi semua umat beragama. Namun, ternyata ada orang yang tidak setuju karena kementerian agama itu adalah hadiah negara untuk umat Islam.

Baca Juga: Kenali Sosok Brian Putra Bastara, Pengusaha Muda Minang yang Duduki Sederet Jabatan Mentereng di Usia Muda

“Saya bantah, “bukan!” Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU secara khusus, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Nah, jadi wajar kalau sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama,” kata Menag Gus Yaqut.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X