Kepala Panti, Siswa, dan Alumni UPTD PSRPD MENSENETRUWITU Berbahagia Mendapat Manfaat Bantuan dari PLN

- 23 Oktober 2021, 09:08 WIB
Menteri BUMN mengunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik, Netra, Rungu, Wicara, Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRAWITU) 10 Oktober 2021.
Menteri BUMN mengunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik, Netra, Rungu, Wicara, Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRAWITU) 10 Oktober 2021. /Dok. PLN

PIKIRAN RAKYAT - Wajah sumringah terpancar dari Kepala UPTD PSRPD MENSENETRUWITU, Ferrus Syammach, siswa difable, Syukur, dan pengrajin batik, Agung.

Mereka gembira karena telah mendapatkan manfaat bantuan dari PLN sejak 2019 dan kini di bulan Oktober ini mereka mendapat bantuan lagi dari PLN UID Jabar dan YBM PLN UID Jabar saat Menteri BUMN mengunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik, Netra, Rungu, Wicara, Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRAWITU) 10 Oktober 2021.

Ferrus berbahagia karena setelah ada bantuan dari PLN, para difable mendapat berbagai support dari alat olah pangan, sarana prasarana fisik berupa gazebo tempat membatik hingga alat membatik

"Terimakasih kepada PLN yang sangat peduli dengan difable. Mudah-mudahan dengan kepedulian PLN, usaha memberdayakan dafable bisa berkembang pesat," ujar Ferruz

Pada pengelolaan pangan, bantuan PLN berupa alat blender, lemari es, freezer, mixer, dan kompor listrik di panti sangat berguna bagi mereka. Berbagai bantuan tersebut dapat digunakan mereka untuk memproduksi berbagai makanan seperti kripik, bolu, kue kering dan frozen food. Hasil produksi tersebut lalu diperjualbelikan ke lingkungan sekitar terdekat atau melalui promosi mulut ke mulut.

Baca Juga: Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan, Dennis Murka pada Jessica? Simak Bocoran Ikatan Cinta 23 Oktober 2021

Selain kuliner, Ferruz juga mengembangkan program keterampilan membatik di UPTD untuk meningkatkan ketrampilan difabel. “Potensi difable untuk membatik tidak kalah dari orang orang pada umumnya. Kualitas dan desain yang mereka buat menarik,” tegas Ferrus.

Selanjutnya, meski para siswanya telah belajar batik, Ferrus mendapatkan cerita bahwa mereka belum bisa mengimplementasikan ilmunya secara maksimal karena ada kendala di lapangan setelah kembali ke daerah masing masing. Oleh karena itu, Ferrus lalu memohon untuk difasilitasi pendirian UMKM di panti ini. Menurutnya, dengan membatik di panti, mereka bisa bekerja secara kelompok dan lokasinya sudah ramah difable.

Untuk mewujudkan mimpi mereka, kepala panti menggandeng PLN UID Jabar untuk memberikan bantuan TJSL nya bagi pengembangan batik di panti ini. Bantuan dari PLN UID Jabar berupa Gazebo dan kompor keramik listrik ini sangat dirasakan manfaatnya karena kini mereka bisa membatik dengan nyaman, bersih dan terhindar dari polusi sehingga produktivitas semakin meningkat.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X