Termasuk Bali, BMKG Sampaikan Sejumlah Daerah di Indonesia Terancam Gempa Berulang

- 23 Oktober 2021, 08:57 WIB
Ilustrasi dampak gempa bumi.
Ilustrasi dampak gempa bumi. /Pixabay/Angelo_Giordano

PIKIRAN RAKYAT - Setiap tahunnya, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami ancaman gempa bumi yang bahkan dapat terjadi secara terus-menerus.

Terkait gempa yang telah terjadi di Bali beberapa waktu yang lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menyebutkan, Provinsi Bali bisa mengalami bahaya gempa bumi serupa secara berulang-ulang karena memiliki catatan gempa serupa di tempat yang sama.

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dalam Konferensi Pers Update Situasi dan Penanganan Gempa Karangasem Provinsi Bali yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bali menghadapi bahaya yang serupa dan bisa berulang-ulang, karena kalau kita buka catatan sejarah gempa di Bali yang dahsyat 22 November 1815 itu, lereng-lereng perbukitan di Bali sudah mengalami longsor dan menelan korban jiwa,” kata Daryono.

Baca Juga: Said Aqil Siradj Tertawakan Gus Miftah: Ulama Bukan sih?

Kemudian, Daryono juga menjelaskan gempa dahsyat yang terjadi pada tahun 1815 itu juga menyebabkan rekahan tanah di Bali telah tersebar di banyak tempat.

Bahkan, dampaknya ada yang sampai memotong Danau Tamblingan dan menyebabkan banjir besar, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.

Selain itu, dia menyebutkan gempa bumi di Bali yang terjadi pada 21 Januari 1917, sekitar 80 persen dari jumlah korban gempa disebabkan oleh longsoran. Dengan jumlah korban jiwa sebanyak lebih dari 1.500 orang.

Baca Juga: Migrasi TV Digital Solusi Gesekan Frekuensi antar Negara

Selanjutnya selain likuefaksi (pencairan tanah), pada Gempa Seririt yang terjadi saat 14 Juli 1976, juga menyebabkan banyak rekahan tanah dan longsoran tebing bermunculan di Pupuan, Tabanan, Bukit Geger juga Buleleng.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X