KontraS: 2 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin Demokrasi Perlahan Mati di Tangan Jokowi

- 19 Oktober 2021, 20:09 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) /Instagram @jokowi

PIKIRAN RAKYAT – Bertepatan dengan momentum dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang jatuh pada 20 Oktober 2021, Komisi untuk orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis laporan evaluatif yang berisikan sejumlah catatan untuk menguji penyelenggaraan Negara tunduk pada prinsip demokrasi, HAM, dan rule of law.

KontraS menyampaikan bahwa laporan disusun berdasarkan pemantauan media selama dua tahun pemerintahan Joko WidodoMa'ruf Amin, pendampingan hukum, data jaringan, serta catatan advokasi kebijakan yang dilakukan oleh KontraS yang kemudian dianalisis menggunakan standar-standar HAM yang berlaku secara universal.

Ia mengaku bahwa hampir setahun setelah diterbitkannya Catatan Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang oleh KontraS pada 19 Oktober 2020, pihaknya masih melihat nihilnya komitmen Presiden Jokowi dalam melakukan perbaikan.

Sebaliknya, kondisi demokrasi justru semakin memburuk dengan abainya negara terhadap perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan HAM sebagai mandat konstitusi.

Baca Juga: Remaja Pembegal di Cikarang Bekasi: Sadis saat Beraksi, Menangis saat Ditangkapi

Fenomena-fenomena permasalahan di masa Pemerintahan Joko Widodo cukup menggambarkan bahwa situasi demokrasi Indonesia merosot tajam di tahun kedua kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

KontraS menilai bahwa sepanjang dua tahun memimpin di periode keduanya, demokrasi mati secara perlahan.

Hal ini dapat dilihat dari situasi kebebasan sipil yang semakin memburuk, yaitu

  1.     Masifnya serangan terhadap Pembela HAM
  2.     Negara kian abai terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu
  3.     Pendekatan represif di Papua yang minim koreksi
  4.     Minim komitmen terhadap instrumen HAM Internasional
  5.     Nihilnya partisipasi dalam pembuatan regulasi.

Situasi kebebasan sipil yang semakin memburuk tercermin dari berlanjutnya represi di ruang publik.

Baca Juga: WHO Serukan Iklim dan Kesehatan Saling Berkaitan Erat, Indonesia Menyadari Posisi Strategisnya

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X