Raja-Ratu dari Seluruh Dunia Berkumpul di Jakarta

- 12 Juli 2017, 05:08 WIB

JAKARTA, (PR).- Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia seiring kehadiran raja dan ratu dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Indonesia. Ada 202 raja, sultan, datu, ratu, termasuk pewaris kerajaan, pangeran, permaisuri, dan putra-putrinya. Ada pula perwakilan bangsawan internasional yang berasal dari Miami, Florida, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, dan Korea. Dengan demikian, total peserta mencapai 600 orang.

"Kehadiran mereka tentu akan menjadi daya tarik. Mereka hadir dengan pakaian kebesaran dan datang dari tempat asalnya," kata Sekjen Badan Pengurus (BP) Silatnas Raja dan Sultan Nusantara, Upu Latu M.L Benny Ahmad Samu-Samu saat jumpa pers di kantor Kemenpar, Jakarta. Dia merupakan Raja Samu-Samu Van De Laatste Von Koning Stamboom.

Hal itu dia disampaikan terkait acara Forum Raja, Sultan, Datu dan Ratu akan mengadakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Raja dan Sultan Nusantara ke-V. Acara itu akan digelar di Gedung Nusantara DPR RI  Jakarta pada 27-28 Juli 2017 dan dibuka Wakil Ketua DPR Fadli Zon.  

Silatnas pertama digelar pada 7 Agustus 2009 di Istana Merdeka Jakarta. Sementara Silatnas V-2017 di Gedung Nusantara DPR RI adalah mengembalikan jatidiri pada raja dan sultan Nusantara.

Pada kesempatan itu akan disampaikan pandangan umum perwakilan raja dan sultan di antaranya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Di forum Silatnas ini tidak memiliki ketua karena raja, sultan, dan datu memiliki kedudukan status yang setara,” kata Upu Latu M.L Benny Ahmad Samu-Samu.

Peran kerajaan di Indonesia

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hari Oentoro Drajat  mengatakan, peran mereka sangat penting dalam memperkuat jatidiri bangsa. Termasuk dalam menggali dan mengembangkan kearifan lokal. Sisi lain peninggalan fisik berupa bangunan keraton dan kesultanan di beberapa daerah di Tanah Air yang hingga kini terawat baik menjadi bagian penting  dalam memperkuat unsur  3A. Ketiganya, kata dia, adalah Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. 

”Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia,” kata Hari.

Halaman:

Editor: Muhammad Ashari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X