Kritik Tajam Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Istana Negara Disebut Gagal

- 16 Oktober 2021, 17:43 WIB
Ilustrasi kegagalan.
Ilustrasi kegagalan. /Pixabay/Gerd Altmann

PIKIRAN RAKYAT - Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan jika Istana Negara gagal tanggap terhadap permasalahan yang ada di Indonesia dengan adanya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pemerintah era Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini sedang membangun kereta cepat Jakarta-Bandung dengan biaya yang fantastis.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung memakan biaya hingga USD 8,6 miliar.

Pembangunan tersebut membuat utang yang dimiliki Indonesia semakin menumpuk kepada China yang menjadi salah satu pemilik saham di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: 'Pilih Kasih' Terhadap SBY dan Jokowi, Mantan Pejabat BUMN Pertanyakan Sri Mulyani Berubah

Menurut sejumlah pengamat, utang yang dimiliki Indonesia tersebut menjadi beban bagi keuangan negara.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Mardani Ali Sera, ia mempertanyakan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pembangunan kereta cepat tersebut.

Pasalnya, pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden, Sri Mulyani dengan lantang menolak dibangunnya monorail.

Namun, pada era Jokowi, Sri Mulyani mengikuti proyek pembangunan yang diinginkan oleh Presiden Indonesia itu.

Halaman:

Editor: Christina Kasih Nugrahaeni

Sumber: YouTube Mardani Ali Sera

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network