Kamis, 4 Juni 2020

Penyelanggara Penerbangan Diminta Waspadai Jarak Pandang Kurang

- 31 Mei 2017, 14:59 WIB

JAKARTA, (PR).- Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengeluarkan instruksi terkait terjadinya sejumlah kecelakaan. Kalangan penerbangan diminta melakukan kewaspadaan terhadap gangguan (hazard) yang ditimbulkan dari kondisi visibility below minima (jarak pandang di bawa standar) pada musim penghujan dan sebaran abu vulkanik.

Ada dua kecelakaan terjadi pada hari ini, Rabu, 31 Mei 2017. Pertama, menimpa pesawat Sriwijaya Air B737-300 PK-CJC di Bandara Rendani, Manokwari. Kedua, pesawat Beechcraft KingAir B35i yang dioperasikan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara tergelincir saat mendarat di Bandara Pattimura Ambon.

Instruksi No. INST 001 tahun 2017 ditujukan kepada penyelenggara bandar udara, penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, pimpinan badan usaha angkutan udara, pimpinan unit pelayanan informasi meteorologi penerbangan dan pimpinan unit pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

Dirjen Agus Santoso dalam instruksinya juga meminta jajaran penerbangan untuk melaporkan kepada Dirjen Perhubungan Udara c.q para Direktur di Ditjen Perhubungan Udara atau kepala Otoritas Bandar Udara setempat terkait setiap kondisi bandar udara yang dapat membahayakan keselamatan operasional penerbangan.

"Direktur di Ditjen Perhubungan Udara dan kepala Otoritas Bandar Udara setempat harus selalu melakukan pengawasan terhadap tingkat keselamatan operasional penerbangan di bandar udara sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku," kata Agus.

Preventive Grounding Pilot Sriwijaya

Sementara itu, terkait insiden serius yang terjadi pada pesawat Sriwijaya Air B737-300 PK-CJC di Bandara Rendani, Manokwari, DKUPPU telah melakukan langkah koreksi.

Langkah koreksi yang dilakukan adalah mengeluarkan preventive grounding terhadap Pilot In Command (PIC) Capt. Dedy Herdiansyah (ATPL-4651) dan Co-Pilot (FO) Toni Febrianto (ATPL 4969). Langkah pencegahan ini untuk mempermudah tim dari KNKT dalam melakukan investigasi.

Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara M. Pramintohadi Sukarno mengatakan, pesawat jenis Beechcraft KingAir B35i yang tergelincir saat mendarat di Bandara Pattimura Ambon dengan registrasi PK-CAQ dengan rute Makassar- Ambon – Biak (UPG-AMQ-BIAK).

Pesawat tersebut mendarat sekitar pukul 04.00 UTC (13.00 WIT) di runway 04 pada saat cuaca hujan deras. "Pesawat sempat bouncing 3 kali sebelum akhirnya terhenti di ujung kanan runway," ujarnya.

Halaman:

Editor: Satrio Widianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X