Rabu, 19 Februari 2020

Perang Tarif Operator Telekomunikasi Tidak Rasional

- 17 Mei 2017, 03:29 WIB

JAKARTA, (PR).-Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan, industri telekomunikasi harus sustainable atau berkelanjutan. Salah satunya dengan memberikan tarif-operator">tarif operator telekomunikasi yang rasional dan terjangkau oleh masyarakat. 

Operator telekomunikasi juga harus mempunyai dana untuk mengembangkan layanannya dan menjaga kualitas yang diberikan kepada konsumennya. "Kalau masyarakat selalu diberi tarif-operator">tarif operator di bawah biaya pokok produksinya, maka operator tak akan mampu memelihara jaringannya," kata Rudiantara di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Rudiantara mengatakan perang tarif-operator">tarif operator telekomunikasi yang tengah dilakukan saat ini pun harus rasional. Pria yang pernah berkarier di Indosat ini melihat kompetisi industri telekomunikasi saat ini sudah mengarah ke tidak rasional.

Menurut Rudiantara, dengan menjual produk di bawah harga pokok penjualan, operator bukan lagi berbisnis. Dia menjelaskan, seharusnya dalam menjual layanannya, operator harus punya cukup margin untuk menggembangkan usaha. Sehingga tarif-operator">tarif operator itu bukan satu-satunya cara untuk perusahaan telekomunikasi sustainable.

Jangkauan dan layanan

Saat ini, kata Rudiantara, hal yang dibutuhkan masyarakat adalah level jangkauan dan layanan (coverage dan service level) yang memadai. "Sebenarnya operator telekomunikasi itu ingin membuat bisnis atau charity. Jika terus menerus banting-bantingan harga maka industri telekomunikasi akan rusak," katanya.

Rudiantara berandai-andai, kalau dia menjadi pemegang saham perusahaan telekomunikasi, dia akan mengganti manajemen yang mengeluarkan produk Rp 1 per detik. Cara-cara seperti itu, menurut Rudiantara, tidak memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Masyarakat seharusnya membayar dengan harga yang sesuai. Jangan dibuat nol atau mendekati nol,” papar Rudiantara pada acara seminar bertajuk "Polemik Tarif Data – Mencari Format Ideal Yang Berpihak pada Konsumen".

Sudah murah

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, tarif telekomunikasi di Indonesia sudah sangat murah. Memang, jika dibandingkan dengan negara di Afrika, tarif telekomunikasi di Indonesia terlihat lebih mahal. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia, tarif di Indonesia masih lebih murah.

Saat ini, kata Tulus, persaingan tarif antaroperator telekomunikasi di Indonesia sudah sangat ‘liar’. Mereka saling banting harga layanan telekomunikasinya. Meski mereka bersaing, namun disayangkan para operator tidak berkompetisi dalam menjaga coverage dan service level. Bahkan tarif promosi yang diberikan oleh operator, menurut Tulus, sudah menjurus kepada penjebakan konsumen.

Halaman:

Editor: Satrio Widianto

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X