Permainan Politik Pemerintah Disebut Jadi Penyebab Biaya Pembangunan Infrastruktur Meroket

- 14 Oktober 2021, 16:33 WIB

 

PIKIRAN RAKYAT - Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyoroti naiknya biaya proyek pembangunan sejumlah infrstruktur komersial.

Ada dua proyek pembangunan yang menjadi sorotan dengan naiknya biaya yang harus dikeluarkan secara terang-terangan yaitu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditangani Indonesia dan China, lalu ada proyek Jalan Tol Cilincing.

Biaya proyek pembangunan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung naik hingga hampir menyentuh ke angka 30 persen.

Awalnya, biaya proyek pembangunan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung ditawarkan oleh China sebesar USD 5,1 miliar yang kemudian berubah secara bertahap ke USD 6,2 miliar hingga yang terakhir USD 8,6 miliar.

Baca Juga: Orang di Balik Pemindahan Ibu Kota Indonesia Buka Suara, Fahri Hamzah Singgung Kepentingan Campuran

Selain kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan Jalan Tol Cilincing juga mengalami kenaikan dari Rp4 triliun menjadi Rp10 triliun.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube MSD, Said Didu menyebutkan jika melonjaknya pembiayaan proyek tersebut disebabkan adanya kepentingan politik.

"Penyebabnya ini dimulai dari keinginan politik. Kalau keinginan politik yang terjadi, maka harga itu menjadi tidak trerkendali," kata Said Didu.

Menurut Said Didu, pemerintah terlibat dalam kenaikan harga proyek pembangunan infrastruktur tersebut.

Halaman:

Editor: Christina Kasih Nugrahaeni

Sumber: YouTube MSD


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X