Rabu, 1 April 2020

#KlipingPR Star Raiders & Space Invaders Bahayakan Keamanan Nasional

- 4 Mei 2017, 02:43 WIB

4 Mei 1982. Wabah aplikasi permainan semakin menjangkiti masyarakat di era serba digital seperti sekarang. Aplikasi permainan video game dengan mudah diakses, tidak hanya dari perangkat khusus video game, komputer, melainkan juga melalui perangkat telepon genggam.

Demam video game sebenarnya telah terjadi sejak beberapa dekade lalu. Seperti diberitakan oleh Pikiran Rakyat, edisi 4 Mei 1982, kala itu permainan Space Raiders dan Space Invaders tengah memabukkan warga di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Baik Space Raiders maupun Space Invaders adalah simulator permainan pesawat luar angkasa yang dirilis pada tahun 1979. Star Raiders dibuat oleh seorang pegawai Perusahaan video game Amerika Serikat Atari, Doug Neubauer dan dapat dimainkan pada komputer jenis Atari 8-bit family. Grafis permainan Space Raiders sangat keren pada masanya. Diketahui, Atari merupakan anak perusahaan Warner Communications.

Sementara Space Invaders adalah permainan video game buatan Tomohiro Nishikado yang dirilis lebih dulu, yakni pada 1978. Dibuat dijepang, yang kemudian lisensinya dibeli oleh Amerika Serikat. Permainan menembak kapal alien yang tampilannya sangat klasik ini merupakan permainan tembak-menembak pertama yang disebut sebagai awal dari era keemasan arcade video games.

loading...

Diberitakan PR, edisi 4 Mei 1982, di Indonesia kedua video game tersebut diusir dari tempat-tempat umum. Star Raiders dan Space Invaders hanya diperbolehkan dimainkan di rumah, dan tidak diizinkan dimainkan di tempat-tempat umum seperti tempat penyewaan video games. Pada Desember 1981, pemerintah Indonesia melarang permainan video games ada di gedung-gedung hiburan masyarakat.

Permainan tersebut dinilai berbahaya bagi keamanan nasional. Pelarangan video games di tempat umum dilakukan untuk menekan akibat negatif jangka panjang yang ditimbulkan.

"Yang saya persoalkan adalah video game yang dipasang di tempat umum, dimana warga umum bisa datang, termasuk anak-anak sekolah. Mereka membayar dan melakukan permainan video game. Karena dimainkan juga oleh orang tua atau lebih, maka ini bisa menjurus ke arah judi," kata Panglima P3PKAMTIH, Lesmana Sudomo kepada pers kala itu, ketika larangan mulai diberlakukan.

Dia tidak membantah video game sebenarnya memiliki segi positif. Dimainkan di rumah, dapat membuat anak betah tinggal di rumah dan tidak keluyuran kesana kemari. Namun juga berdampak negatif, karena candu video game dapat membuat anak lupa belajar.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala Puspitasari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X