40 Juta Orang Indonesia Mengalami Obesitas

- 26 April 2017, 04:29 WIB

JAKARTA, (PR).- Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 40 juta orang Indonesia mengalami kegemukan atau obesitas. Padahal, seseorang yang mengalami kegemukan meningkatkan risiko penyakit diabetes, seperti jantung, stroke, dan kanker.

Kegemukan bukan hanya masalah Indonesia. Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat dalam jurnal The Lancet, tahun 2014 menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia meningkat dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013. 

"Dalam riset IHME, merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi orang gemuk lebih besar," kata Sunarti, dari Komite Profesi Kesehatan Lain Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, yang juga seorang nutrisionis, dalam siaran pers di Jakarta Rabu 26 April 2017.

Sunarti menjelaskan, soal kandungan taurin yang dinilai bisa mencegah kegemukan. "Belum banyak orang tahu keberadaan Taurin yang telah diuji melalui serangkaian studi terbukti bermanfaat mencegah kegemukan dan menurunkan kadar gula darah. Selain itu taurin juga dapat mencegah kerusakan hati," tuturnya. 

Dijelaskan, Taurin adalah bahan penting berperan membantu meningkatkan toleransi terhadap glukosa/gula, yang bereaksi dalam proses metabolisme yang biasanya dikonsumsi dengan dosis 1.000 mg per saji. Taurin ditemukan pada tumbuhan, jamur, daging, ikan, telur, susu murni dan air susu ibu.

Bagi manusia, taurin berperan penting mencerna lemak, menyerap vitamin yang larut dalam lemak dan mengatur kadar kolesterol dalam tubuh (Anyvitamins). Selain ituTaurin bersama Zinc (Zn) (seng) penting juga untuk menjaga kesehatan mata. Itu sebabnya anak pada masa pertumbuhan perlu mendapat asupan Taurin yang cukup. 

Menurut Sunarti, taurin merupakan asam amino kondisional yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia dewasa. Asam amino terbagi dalam dua kelompok besar yaitu asam amino esensial (asam amino yang tidak bisa disintesa oleh tubuh) dan asam amino non esensial (asam amino yang dapat disintesa oleh tubuh). 

"Di sini dapat digarisbawahi, bahwa Taurin adalah asam amino yang penting diasup sebagai food supplement," ujarnya.

Apakah perlu mengkonsumsi Food Supplement ? Pada dasarnya suplemen makanan adalah produk untuk melengkapi kebutuhan zat gizi dan non gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Setiap orang memerlukan asupan makanan yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Asupan makanan antara lain, berfungsi untuk menggantikan energi tubuh yang hilang akibat beraktivitas. Jika energi tersebut tidak segera diganti, maka orang tersebut akan kekurangan energi, sehingga tubuhnya akan menjadi lemas, dan kurang bersemangat.

Yang disebut dengan “Food supplement” atau dietary supplement adalah produk kesehatan yang kandungannya satu atau lebih zat yang sifatnya bisa sebagai nutrisi, dan dikemas dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk atau cairan yang fungsinya sebagai pelengkap kekurangan zat gizi dalam tubuh. 

Minuman energi adalah jenis minuman yang fungsinya untuk menambah energi para peminumnya. Bagi beberapa kalangan, mengkonsumsi minuman energi, tujuannya untuk mencegah kantuk. Sesungguhnya fungsinya jauh lebih banyak dari sekedar mencegah kantuk, seperti mencegah kegemukan, menurunkan kadar gula darah, mencegah kelelahan otot, dan memperbaiki kerusakan hati. Begitu banyak fungsinya, maka masuk dalam kategori food supplement.

“Jika umumnya di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, minuman energi tergolong sebagai minuman ringan, di Indonesia, minuman energi digolongkan sebagai minuman kesehatan,” papar Sunarti. 

Dengan penjelasan di atas maka minuman energi yang merupakan food supplement dengan kandungan taurin adalah kebaikan untuk mencegah kegemukan dan berbagai akibat penyakit lanjutan dari kegemukan.***
 

Editor: Satrio Widianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X