KontraS Soroti Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi, Buntut Perkara Dugaan Pencabulan di Luwu Timur

- 12 Oktober 2021, 12:30 WIB
Logo KontraS.
Logo KontraS. /KontraS

PIKIRAN RAKYAT – Buntut perkara dugaan pencabulan terhadap tiga orang anak oleh ayah kandung di Luwu Timur, Sulawesi Selatan melahirkan berbagai reaksi yang salah satunya ramainya tagar #PercumaLaporPolisi di media sosial.

Kasus tersebut awalnya diangkat oleh Project Multatuli dalam artikel yang berjudul Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyidikan.

Dalam artikel tersebut terdapat beberapa kejanggalan yang disebutkan seperti pemaksaan penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kondisi kesehatan mental ibu korban hingga penghentian penyelidikan atau penutupan perkara di tahap Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan.

Seiring dengan ramainya perbincangan terhadap tidak profesionalnya Polres Luwu Timur dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut, kami menilai bahwa tagar #PercumaLaporPolisi sebagai bentuk kritik publik atas kinerja Korps Bhayangkara.

Baca Juga: Saling Balas Tagar, Polisi Lawan #PercumaLaporPolisi dengan #PolriSesuaiProsedur

Tagar #PercumaLaporPolisi membicarakan kenihilan hasil dari upaya publik untuk mendapatkan keadilan dari segi pelayanan maupun pengayoman, mulai dari pencarian terhadap barang hilang, penanganan sebuah perkara hingga pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian itu sendiri.

Kasus ini dapat menjadi ukuran bahwa kinerja Kepolisian masih jauh dari memuaskan. Kasus di Luwu tentu hanya satu kasus di antara kasus serupa lainnya yang butuh perhatian publik agar segera mendapatkan jalan penyelesaian secara berkeadilan.

Berdasarkan pemantauan KontraS, selama periode Juli 2020 hingga Oktober 2021 terdapat 12 kasus yang tidak dilanjutkan oleh kepolisian.

Berdasarkan pemantauan kami kasus-kasus yang tidak dilanjutkan oleh pihak kepolisian tersebar pada level Polsek dan Polres dengan laporan kasus yang beragam seperti kekerasan, gratifikasi pejabat, penganiayaan, kekerasan seksual, dan penembakan oleh aparat.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: KontraS


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X