Anggaran Proyek Kereta Cepat Bengkak hingga Rp27 Triliun, Edi Hermanto: Itu Bengkak Apa Meledak?

- 11 Oktober 2021, 12:25 WIB
Presiden Jokowi meninjau membangunan kereta cepat Jakarta-Bandung,
Presiden Jokowi meninjau membangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, /BPMI Setpres/Lukas

PIKIRAN RAKYAT - Founder Minigold Indonesia, Edi Hermanto, menanggapi cuitan politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang menilai bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah proyek pembangunan untuk "gagah-gagahan" Presiden Joko Widodo.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah mengalami pembengkakan anggaran dalam proses pembangunannya.

Ditaksir, pembengkakan biaya proyek ini mencapai Rp27 triliun. Jokowi juga akhirnya mengizinkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutupi pembengkakan biaya tersebut.

Atas hal tersebut, Jansen Sitindaon mengatakan bahwa perhitungan pembangunan kereta cepat itu meleset hingga membengkak parah.

Baca Juga: Lesti Kejora Hamil Sebelum Resepsi Pernikahan, MUI Tegas Wanti-wanti Rizky Billar: Tanggung Jawab...

"Hitungan meleset jadi bengkak tak terkira. Belum soal utam BUMN yang adalah bagian keuangan negara. Kelar pun tidak ada jaminan untung," kata Jansen Sitindaon melalui cuitan akun Twitter-nya (@jansen_jsp).

Menanggapi hal tersebut, Edi Hermanto mengatakan bahwa taksiran pembengkakan biaya mencapai Rp27 triliun bukan sudah membengkak lagi.

"Kalau bengkak 1-2 trilun sih bisa dipahami... Lah ini sampai 27 triliun.. Itu bengkak apa meledak??" katanya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @EdiMahaMG pada Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Jokowi Ingkar Proyek Kereta Cepat Kini Pakai APBN, Jansen Sitindaon: Akibat Membangun untuk Gagah-gagahan

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: Twitter @EdiMahaMG


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X