Kementerian BUMN Sebut Wajar Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat dari China, Pengamat: Wajarnya Dimana?

- 10 Oktober 2021, 16:00 WIB
Ilustrasi kereta cepat.
Ilustrasi kereta cepat. /Pixabay/PeterW1950

PIKIRAN RAKYAT - Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu memberikan bantahan terhadap pernyataan yang diberikan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga terkait pembengkakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dalam proses tender, China menyebutkan jika anggaran USD 5,1 miliar cukup dan layak untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, setelah memenangi tender tersebut dan mengalahkan Jepang, China kemudian menaikkan anggaran menjadi USD 6,02 miliar dan yang terakhir berubah kembali menjadi USD 8,6 miliar.

Arya Sinulingga menuturkan jika pembengkakan biaya tersebut merupakan hal yang wajar.

Baca Juga: Diungkap Dokter! Atta Halilintar Mendadak Tangisi Janin Aurel Hermansyah, Ada Apa?

Menurut Arya, banyak negara yang mengalami pembengkakan biaya dalam pembangunan awal proyek infrastruktur.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter milik Said Didu, ia mempertanyakan tanggapan dari Arya Sinulingga.

"Wajar ? Eskalasi biaya lebih 10 % dari rencana awal adalah pekerjaan orang yg tdk bisa merencanakan," kata Said Didu.

Sebelumnya, Jepang menjadi negara pertama yang melakukan studi untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Halaman:

Editor: Christina Kasih Nugrahaeni

Sumber: twitter.com/msaid_didu


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X