Dari Densuss 88 hingga Teorisme, Fahri Hamzah ke Budiman Sudjatmiko: Amerika, Taliban, ISIS Atau Islam?

- 10 Oktober 2021, 12:10 WIB
Ilustrasi teroris.
Ilustrasi teroris. /Antara/Muhammad Adimaja

PIKIRAN RAKYAT – Dua tokoh publik tengah beradu pandangannya melalui media sosial Twitter. Budiman Sudjatmiko bersama Fahri Hamzah saling mengemukakan pendapatnya tentang terorisme dan konflik agama yang tengah terjadi.

Budiman Sudjatmiko Menegaskan bahwa salah satu tugas negara, yaitu menjaga keamanan dan menegaskan jika tugas utama Densus 88 adalah antiteroris, bukan antiIslam.

Ya karena itu salah 1 tugas negara adalah menjaga keamanan dr terorisme, salah satunya dengan membuat Densus 88," ujarnya.

"Densus 88 adalah antiteroris..bukan antiIslam. Jadi gak nyambung kalau menuduhnya Islamofobia,” kata Budiman Sudjatmiko lagi.

Baca Juga: Kontra Narasi Fadli Zon Soal Densus 88, Henry Subiakto Singgung Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan

Merespons masalah yang kerap terjadi di dunia, yaitu terorisme yang acap kali disangkut-pautkan dengan satu agama tertentu (Islam), Budiman Sudjatmiko menyarankan tokoh-tokoh Islam untuk bergerak.

Ya Islam menanggung beban itu. Seperti Hindu menanggung beban terorisme di Srilangka atau Katholik & Protestan di Irlandia Utara. Karena itu harus lebih banyak tokoh Islam mengecam terorisme sambil mengajak umat menjemput masa depan yang gak ada preseden masa lalunya,” katanya

Sementara itu, mantan anggota legislatif Fahri Hamzah menilai bahwa terorisme adalah kejahatan yang disandingkan dengan tindak kejahatan pencurian uang rakyat (korupsi).

Ia turut menyampaikan komentarnya terhadap sejumlah pernyataan Budiman Sudjatmiko terkait masalah terorisme.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X