NIK Jadi NPWP Bisa Bikin Dompet Lebih Tipis, Keamanannya Masih Meresahkan

- 7 Oktober 2021, 08:39 WIB
Seorang pegawai kantor memperlihatkan kartu NPWP dan KTP di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 6 Oktober 2021.
Seorang pegawai kantor memperlihatkan kartu NPWP dan KTP di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 6 Oktober 2021. /Pikiran Rakyat/Andri Gurnita

PIKIRAN RAKYAT - Pernahkah kita menghitung berapa jumlah kartu identitas yang ada di dompet kita? Sedikitnya, di dompet atau tas kita selalu ada kartu tanda penduduk (KTP), kartu ATM, SIM, NPWP, atau mungkin kartu BPJS kesehatan. Dompet tentunya semakin dijejali dengan tambahan kartu vaksinasi Covid-19.

Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan penambahan fungsi Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Penambahan fungsi NIK itu merupakan salah satu bentuk reformasi perpajakan yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

RUU itu akan memperkuat reformasi administrasi perpajakan yang saat ini dilakukan pemerintah, melalui implementasi NIK sebagai NPWP untuk wajib pajak pribadi.

Baca Juga: Tubuh Tukul Arwana Tak Lagi Ada di ICU, Manajer: Beliau Sudah...

Sri Mulyani menjelaskan, reformasi pajak melalui RUU HPP juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional dan memperkenalkan ketentuan mengenai tarif pajak pertambahan nilai (PPN) final.

Kebijakan itu disebut akan memperluas basis pajak, sebagai faktor kunci dalam optimalisasi penerimaan pajak, juga akan dapat diwujudkan melalui pengaturan kembali tarif PPh orang pribadi dan badan.

Lalu penunjukan pihak lain untuk melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan pajak, pengaturan kembali fasilitas PPN, kenaikan tarif PPN, implementasi pajak karbon, dan perubahan mekanisme penambahan atau pengurangan jenis barang kena cukai.

Sri Mulyani meyakini, RUU HPP bakal memberi manfaat membangun sistem perpajakan yang adil, sehat, efektif, dan akuntabel untuk menjaga kepentingan Indonesia hari ini dan ke depan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X