Rabu, 3 Juni 2020

Hadi Tjahjanto Janji Benahi Manajamen TNI AU Tekan Kecelakaan Penerbangan

- 18 Januari 2017, 06:57 WIB
KEPALA Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto setelah pelantikan di Istana Negara, Rabu, 17 Januari 2017.*

JAKARTA, (PR).- Kepala Staf Angkatan Udara yang baru dilantik, Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto, memastikan akan membenahi manajemen TNI AU agar seluruh pesawat AU bisa terbang dengan aman, terhindar dari kecelakaan penerbangan. Dia menjamin akan mengawasi dan tidak segan turun ke bawah.  

Dia mengaku, internal TNI AU kini sedang mengevaluasi beberapa kecelakaan penerbangan yang terjadi, begitu juga dengan Tim Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara Mabes TNI AU. "Apa yang akan ditemukan (mengenai penyebab kecelakaan penerbangan), itulah yang akan kita jadikan koreksi sehingga tidak terjadi kesalahan berulang," katanya seusai pelantikannya sebagai Kasau di Istana Negara, Rabu, 17 Januari 2017. 

Dia mengatakan, faktor manajemen berperan penting dalam mengurangi kecelakaan penerbangan. Bila manajemen berfungsi baik, ujarnya, niscaya kecelakaan pesawat bisa dihindari.  

Dia menambahkan, zero accident dalam penerbangan pada prinsipnya bisa diwujudkan. Hal itu bergantung pula kepada semua pihak dalam TNI AU, mulai dari tataran bawah sampai tatanan atas. Oleh sebab itu, manajemen dipandangnya harus benar-benar dibenahi, mulai dari manajemen pengadaan barang, manajemen pembinaan latihan, sampai manajemen komunikasi terkait pengarahan dari atasan ke bawahan. "Apabila manajemen ini dilakukan dengan baik, saya berkeyakinan kecelakaan penerbangan bisa dihindari," tuturnya. 

Selain itu, dia mengatakan, akan melakukan peremajaan terhadap beberapa armada TNI AU. Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) 2024, TNI AU katanya akan melakukan peremajaan pesawat F5. Pesawat jenis itu dikatakannya sudah satu tahun terakhir tidak terbang. 

Kemudian, Hadi menyebutkan, akan ada lagi penambahan radar. Saat ini, TNI AU baru memiliki 20 radar pertahanan udara. Nantinya akan ada penambahan 12 radar sehingga totalnya menjadi 32 radar. "Kami harapkan tidak ada bolong-bolong lagi kalau ada pesawat yang melanggar terbang," tuturnya.***

Editor: Muhammad Ashari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X