Said Didu Soroti Hilangnya Diorama G30S PKI di Museum Kostrad, Sebut Ada 3 Pelanggaran

- 29 September 2021, 11:43 WIB
Mantan Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN, Said Didu merasa sedang diintai.
Mantan Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN, Said Didu merasa sedang diintai. /Twitter/@msaid_didu.

PIKIRAN RAKYAT - Hilangnya diorama G30S PKI di Museum Kostrad menuai banyak sorotan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu ikut menyoroti hilangnya diorama G30S PKI tersebut.

Said Didu bahkan menyebutkan ada 3 pelanggaran mengenai hilangnya diorama G30S PKI di Museum Kostrad.

Baca Juga: Ratapi Kondisi Tukul Arwana di ICU, 'Kekasih' sang Pelawak: Mas yang Paling Aku Sayangi...

"Saya mengikuti dengan baik pernyataan dan penjelasan dari Pangkostrad. Tapi saya ini birokrat yang paham bagaimana mengelola aset negara. Jadi saya katakan ini ada tiga pelanggaran yang kemungkinan terjadi dalam pembongkaran diorama tersebut," kata Said Didu sebagaimana dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 28 September 2021.

3 pelanggaran tersebut, dijelaskan Said Didu adalah pidana penghilangan aset negara, pidana terhadap kelalaian menjaga aset negara, dan pelanggaran terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.

"Kita tidak tahu patung ini sumber dananya dari mana? Kalau dari APBN pasti aset negara, kalau dia hilangkan itu pasti pidana. Kalau dapat dari sumbangan dan/atau nama institusi orang menyumbang, maka itu juga aset negara, bukan asetnya Letjen AY Nasution," ujarnya.

Baca Juga: Pabrik Sepatu di Garut Diseret ke Meja Hijau, Dianggap Tak Beritikad Baik atas Tagihan Rp61 M

"Kalau duit pribadinya dia dan sudah dicatat sebagai aset museum, maka itu juga aset negara. Ini harus dicari Letjen AY Nasution menjelaskan uangnya dari mana," katanya.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X