Selasa, 26 Mei 2020

JK Minta Demonstran 4 November 2016 Hormati Kesucian Jumat

- 3 November 2016, 12:05 WIB

JAKARTA, (PR).- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengingatkan, unjuk rasa 4 November 2016 digelar bertepatan dengan hari Jumat, hari saat umat muslim menjalankan salat jumat. Untuk itu, dia meminta agar semua pihak menghormati hari ibadah yang dijalankan di tempat-tempat berbeda. JK berharap, para pedemo juga menggunakan hak konstitusionalnya dengan menjalankan demokrasi yang bersahabat. "Apalagi dilaksanakan dengan dasar bahwa ada alasan agama, alsaan agama itu jangan sampai rusak karena perilaku. Jangan lupa itu. Islam itu rahmatan lil alamin. Kalau ada yang merusak, itu bukan rahmat," kata JK di Verenda Talk Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 3 November 2016. Jika unjuk rasa 4 November ini menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk diproses hukum, JK mengatakan, Ahok sudah diperiksa dan saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan. JK juga menyatakan Kapolri Tito Karnavian sudah berjanji untuk benar-benar memeriksa Ahok sesuai harapan masyarakat. "Jadi, bagi pemerintah, presiden, dan saya, ya dijalankan saja demokrasi yang baik, yang bersahabat, yang kalem. Mau sebanyak apa pun, ya semua masyarakat kita. Tinggal kita hormati, kita sama-sama jumatan (salat jumat) yang baik walaupun berbeda-beda tempat, berdoa yang baik. Insya Allah aman," kata JK. JK juga mengingatkan agar semua pihak berhati-hati atas kemungkinan adanya penyusup di tengah-tengah pengunjuk rasa. Jika ada penyusup, menurut JK, perekonomian masyarakat yang akan jadi korban. Dia juga berpesan pada pelaku usaha bahwa unjuk rasa adalah hal yang lazim di negara-negara demokrasi. "Itu biasa dan saya yakin tidak akan menghambat ekonomi,” katanya.***

Editor: Arie C. Meliala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X