Epidemiolog Minta Waspada Lonjakan Ketiga Akhir Tahun: Karena Tidak Ada Vaksin yang Efektivitasnya 100 Persen

- 24 September 2021, 18:30 WIB
Sejumlah kendaraan melaju melambat di jalan raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 29 Agustus 2021. Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor pada akhir pekan dan masa PPKM level 3 sehingga Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional.
Sejumlah kendaraan melaju melambat di jalan raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 29 Agustus 2021. Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor pada akhir pekan dan masa PPKM level 3 sehingga Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional. /Antara Foto/Arif Firmansyah

PIKIRAN RAKYAT – Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia diklaim sudah cukup terkendali lantaran grafik kasus yang terus melandai. Meskipun demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan semua pihak harus menahan diri agar tidak menghadapi lonjakan ketiga atau third wave. 

Menurutnya, melandainya grafik kasus perlu diwaspadai usai lonjakan kedua atau second wave karena mobilitas penduduk cenderung mengalami peningkatan.

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mengatakan bahwa libur panjang akhir tahun berpotensi menyebabkan kasus Covid-19 meningkat signifikan jika tidak diantisipasi.

"Libur panjang yang disertai peningkatan mobilitas penduduk dan minim protokol kesehatan menjadi risiko tinggi terjadinya lonjakan kasus," kata Iwan Ariawan.

Baca Juga: Rumahnya Dilempar Pembalut Bekas, Ayu Ting Ting Disebut dapat Kiriman Santet?

Ia mengatakan bahwa sejumlah hal yang bisa menimbulkan gelombang ketiga Covid-19, yaitu peningkatan mobilitas penduduk yang tidak disertai peningkatan protokol kesehatan, penurunan pelacakan kasus, cakupan vaksinasi melambat (rendah), serta adanya varian baru yang lebih menular.

Ia menegaskan bahwa masyarakat akan sadar atau menyesal setelah terjadi kenaikan kasus atau adanya anggota keluarga yang terinfeksi.

"Banyak ahli memprediksi Desember hingga Januari karena saat itu terjadinya peningkatan mobilitas penduduk dan kerumunan karena liburan akhir tahun. Masyarakat baru sadar atau menyesal setelah terjadi kenaikan kasus pada dia atau keluarganya terinfeksi," katanya.

Baca Juga: Pengrajin Boneka di Bandung Babak Belur Dipukul Pandemi Covid-19

Menurut Pakar Epidemiologi FKM UI itu, gelombang ketiga Covid-19 bisa dicegah dengan menggunakan indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai gabungan indikator transmisi dan kapasitas respons.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X