Soal 25 Sekolah Temuan Kemendikbud, Pemprov Jakarta: Hati-hati Gunakan Kata Klaster

- 24 September 2021, 14:45 WIB
Ilustrasi - Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pemerintah kini menggenjot vaksinasi untuk pelajar, terlebih bagi mereka dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun.
Ilustrasi - Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pemerintah kini menggenjot vaksinasi untuk pelajar, terlebih bagi mereka dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun. /Pikiran Rakyat/Ade Mamad

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menanggapi mengenai kabar 25 klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sebelumnya diungkap Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di laman Kesiapan Belajar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menegaskan, kasus yang ditemukan dalam informasi tersebut adalah kasus sebelum PTM Terbatas dimulai.

Dengan begitu kata dia, tidak ada hubungannya dengan PTM terbatas yang saat ini sedang berlangsung. Bahkan kata Dwi, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Karena itu, ia kemudian menyampaikan bahwa perlu hati-hati menggunakan istilah klaster karena definisi klaster tersebut menunjukkan adanya minimal dua kasus yang terbukti secara epidemiologi.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Jakarta Bantah Data Kemendikbudristek Soal Klaster Covid-19 di Sekolah Imbas PTM

“Kita perlu hati-hati dalam memakai istilah klaster. Definisi klaster adalah ada minimal 2 kasus dan terbukti secara epidemiologi penularannya terjadi di sekolah," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 September 2021.

Adanya beberapa kasus di sekolah dalam satu waktu menurut Dwi tidak memastikan apakah menjadi satu klaster atau tidak.

Sebab mayoritas kasus yang ada saat ini adalah kasus yang berdiri sendiri, bukan menjadi klaster.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, pihaknya telah menelusuri data Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud RI tentang klaster sekolah yang sebelumnya diungkap dalam laman resmi Kesiapan Belajar.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X