Indonesia Kembali Berpartisipasi di Frankfrut Book Fair

- 30 September 2016, 06:02 WIB
KETUA Komite Buku Nasional Laura Prinsloo (kiri) memberikan keterangan pers di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis 29 September 2016. Indonesia akan kembali berpartisipasi pada ajang Frankfrut Book Fair 2016 yang berlangsung 18-23 Oktober 2016 mendatang. *

JAKARTA, (PR).- Indonesia akan kembali berpartisipasi pada ajang Frankfrut Book Fair (FBF). Setelah tahun lalu Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam ajang tersebut, Indonesia kembali diberi kesempatan berpartisipasi pada pameran buku terbesar dunia tersebut tahun 2016 ini. FBF 2016 akan berlangsung pada 18-23 Oktober 2016. Dalam kesempatan kali ini, Indonesia hadir di tiga lokasi yakni stan nasional, stan buku anak, dan stan pertunjukan. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menuturkan, keikutsertaan Indonesia pada pameran buku internasional merupakan dukungan untuk peningkatan kualitas buku-buku karya penulis dan yang diterbitkan oleh insan perbukuan Tanah Air. Dia mengakui, peran pemerintah terutama dari segi anggaran memang sangat terbatas. ”Namun dengan kerja sama dan partisipasi dari berbagai pihak memang sangat penting untuk terus kami tingkatkan agar right selling di dunia internasional bisa kami tingkatkan dan juga penulis-penulis kami semkain banyak dikenal di mata dunia," ucapnya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis 29 September 2016. Sementara itu Ketua Komite Buku Nasional (KBN) Laura Prinsloo menuturkan, kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan di ajang FBF tahun lalu sangat berdampak pada gairah penulisan dan penerbitan di Indonesia. Hal itu Ini terlihat dari hanya 60 judul penjualan hak cipta karya ke luar negeri pada 2014 menjadi ratusan hak cipta yang berhasil dijual hingga 2016. KBN yang dibentuk pascakegiatan FBF 2015 lalu dibentuk untuk menjaga momentum tersebut. "Perhatian dan dukungan yang telah diberikan pemerintah untuk Indonesia menunjukkan prestasi karya anak bangsa di ajang Internasional sangat membantu dan memberikan dampak besar. Namun hal ini juga perlu dibarengi penguatan kualitas SDM penulis dan penerbitan di Indonesia," tuturnya.***

Editor: Siska Nirmala Puspitasari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X