Senin, 9 Desember 2019

Pemberhentian Arcandra Hasil Pertimbangan Matang Presiden

- 15 Agustus 2016, 15:24 WIB
MENTERI Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden, Johan Budi menyampaikan pemberhentian Arcandra Tahar selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016.*

JAKARTA, (PR).- Presiden RI Joko Widodo resmi memberhentikan Arcandra Tahar dari posisinya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengumumkan pemberhentian Arcandra ini mengatakan keputusan presiden itu berlaku mulai Selasa, 16 Agustus 2016.

"Menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik terkait dengan status kewarganegaraan menteri ESDM, saudara Arcandra Tahar dan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisinya sebagai menteri ESDM," kata Pratikno di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016.

Untuk mengisi kekosongan jabatan menteri ESDM, Jokowi mengangkat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pelaksana tugas wewenang dan tangungjawab menteri ESDM. Luhut akan menjabat sampai dengan diangkatnya menteri ESDM definitif.

"Karena di bawah kemaritiman, menteri koordinatornya kemaritiman," kata Pratikno soal alasan pengangkatan Luhut.

Dia mengatakan keputusan presiden sudah mempertimbangkan berbagai hal dan berbagai dimensi. Staf Khusus Presiden RI Johan Budi yang mendampingi Pratikno mengumumkan pemberhentian Arcandra mengatakan, kemarin Jokowi memang memanggil Arcandra ke Istana. Namun, para wartawan sulit mewawancarai Arcandra yang masuk melalui pintu Wisma Negara.

Malamnya, presiden dan Pratikno membahas soal keputusan memberhentikan dengan hormat Arcandra. Johan mengatakan keputusan itu menjawab pertanyaan publik soal status kewarganegaraan Arcandra.

Johan menampik jika ada kelalaian dalam proses seleksi menteri yang dilakukan hingga Arcandra sempat menduduki posisi menteri itu beberapa hari. Namun, keputusan presiden itu menurutnya bentuk responsif presiden atas persoalan muncul.

"Yang disampaikan presiden melalui mensesneg, pertanyaan yang timbul di publik itu tidak hanya itu. Presiden punya informasi juga dan data yang berkembang dari berbagai pihak dan masuk ke presiden," katanya.***



Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

X